~Lissa Prahayu Fukazawa
"Aku sangat shock saat mengetahui orang yang akan kamu berikan lukisanmu itu adalah seorang gadis," ujarnya sedikit lirih. Tak terima dengan ucapannya, akupun menjawab. "Itu bukan urusanmu! Memangnya kenapa jika aku menyukai sesama gender-ku?"
Ello terdiam sesaat mendengar pengakuan langsung dari bibirku ini.
"Berhenti! Aku tidak ingin mendengar kata-kata itu dari mulutmu!" bentaknya yang aku tahu ia sedikit emosi. Melihat ekspresinya yang marah, tentu saja aku semakin ingin membuatnya kesal. "Kenapa? aku memang seorang lesbian. Hubungan asmaraku tidak ada sangkut pautnya denganmu atau siapapun di dunia ini! Terlebih lagi, aku lebih memilih bercinta dengan seorang wanita dibandingkan harus bercinta dengan pria bedebah kurang ajar seperti dirimu!" teriakku penuh penekanan.
Detik berikutnya, aku terkejut saat Ello menarik pergelangan tanganku serta mencengkramnya begitu erat. "Begitukah, Lissa? jadi kamu lebih memilih sesama jenis dibandingkan harus bercinta denganku??" ujarnya datar dan menatapku begitu dalam.
Aku meringis kesakitan saat tanganku mendapat tekanan yang tak wajar darinya.
"Apa maumu brengsek?!" Aku menepis kasar sebelah tangan pria yang paling aku benci di dunia ini.
Postur tubuhnya, semua detail yang ada pada wajahnya, senyumnya, bahkan mendengar suaranya membuatku benci!
Pria itu tak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Justru ia menatapku semakin lekat lalu melemparkan sebuah seringaian aneh kepadaku. Sadar akan sesuatu yang ganjil pada ekspresi wajahnya, secara spontan aku mundur satu langkah ke arah belakang dan aku tersentak saat punggungku bergesekan dengan dinding kokoh yang cukup dingin.
Sial! cobaan macam apa lagi ini??
Mataku sama sekali tak berkedip ketika sebuah telapak tangan yang sedari dulu sudah aku kenal, kini menyentuh beberapa helai rambutku yang berpotongan pendek.
"You know what, Lissa. I really hate your short hair. Seharusnya, kamu memanjangkan rambut hitammu ini seperti wanita pada umumnya." Aku sempat menahan napasku akibat ulahnya yang tiba-tiba menghirup rambutku yang sejujurnya sangat jarang pergi ke salon. Dan dunia seolah berputar ketika jarak wajah kami kini begitu dekat, aku bahkan bisa merasakan hembusan napasnya yang menerpa wajahku, membuatku merinding seketika.
Sadar akan kebodohanku karena hanya dapat diam di tempat, akhirnya aku mencoba menetralkan segala pikiranku yang mulai kacau. "Apa maksudmu sialan?!" bentakku lantang dan lagi-lagi aku kembali menepis tangannya dengan keras.
Namun sesuatu hal yang tak aku duga terjadi. Tubuhku kaku ketika telapak tangannya yang lain menyentuh salah satu payudaraku, lebih tepatnya meremas dengan kasar.
"Asshole!! Apa kamu mau mati??" aku mengumpat keras, benar-benar marah akan tindakan tak senonoh darinya. Aku berusaha melepaskan tangan kotornya dari buah dadaku, namun tangannya justru semakin meremas benda kenyal tersebut. Membuatku sedikit meringis kesakitan karena sentuhannya. "Kamu mempunyai payudara yang besar. Kenapa selama bertahun-tahun kamu harus menyembunyikan pemberian Tuhan yang paling indah seperti ini?" tanyanya begitu heran.
"Aku benci memiliki payudara, brengsek!!"
"But, I like a big boobs." Mendengar jawaban cepat dan vulgar darinya semakin membuatku murka. Darahku seolah mendidih begitu cepat hingga ke ubun-ubun kepalaku. Ingin rasanya aku membakar pria sialan ini hidup-hidup, hingga abunya saja bahkan aku tak mau melihatnya.
Dia benar-benar mirip dengan ayahnya!
Sama-sama penjahat kelamin!
"Lepaskan tanganmu, Ello! Atau kutendang penismu hingga kamu tak bisa berkembang biak di masa depan!" ancamku begitu tegas. Aku benar-benar serius akan ucapanku barusan. Ello sedikit terkejut mendengar ancamanku, namun justru sebuah senyuman kecil darinya yang membalasnya. "Well.. kata-katamu membuat penisku turn-on, Lissa. Dan aku sangat suka gaya bicaramu yang mirip sekali seperti ibumu. Begitu pedas dan seksi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Black Fire ( Love Seasons )
ChickLit( WARNING 18++ ) "Kamu mempunyai payudara yang besar, Lissa. Kenapa selama ini kamu menyembunyikannya?" tanyanya begitu heran. "Aku benci memiliki payudara, brengsek!" "I will make you understand. Lubang wanita di khususkan untuk para pria. Dan kali...
