Part ini Nat khususkan buat nainggolan14 Happy B'day my little sunshine..
Semoga hari ini menjadi hari terindah bagimu, dear..
Wish you all the best for your life..
Ini hadiah mom untukmu..
Happy reading..^^
₪₪₪
Aku sedang dalam perjalanan ke tempat berlangsungnya acara ulang tahun Nayla bersama dengan Gio. Acara yang sudah sangat ku nantikan, karena rasa rinduku pada Bagas. Aku berharap Bagas hadir di pesta Nayla, karena aku ingin sekali bertemu dengannya. Banyak hal yang ingin aku bicarakan dengan Bagas. Banyak juga yang ingin aku tanyakan padanya. Aku berharap semua kegundahan yang aku alami menghilang setelah bertemu dengannya lagi.
Hampir seminggu setelah kejadian aku menangis di pelukan Gio, hari-hariku semakin menyesakkan. Aku harus pintar-pintar membawa diri saat di depan Gio. Aku selalu berakting gembira. Karena aku tidak mau Gio mengetahui apa sebenarnya alasan, yang tengah membuat risau hatiku. Aku berbohong pada Gio, bahwa kegalauanku kemarin hanya disebabkan karena kepanikan ku menghadapi hari pernikahan kami berdua. Sama seperti alasan yang aku berikan pada Devi.
Seperti yang sudah-sudah, Gio mempercayai ku. Dia sudah tidak mencurigai apapun lagi, karena aku mati-matian menjaga luka di dalam hatiku. Aku selalu tersenyum, mencoba tertawa dan bertingkah riang di hadapannya. Aku sebisa mungkin tidak pernah lagi menampilkan raut sendu saat bersamanya. Bagiku, Gio tidak boleh merasa kecewa lagi. Aku tidak tahan melihatnya terluka karena ku.
Aku asyik mengobrol dengan Gio hingga tidak menyadari kalau kami telah sampai di pelataran rumah orang tua Nayla. Sudah banyak kendaraan yang parkir di sana. Ternyata acara ulang tahun Nayla sudah akan dimulai. Gio membantuku turun dari mobil, setelah dia berhasil memarkirkan mobilnya tepat di pojok kanan pelataran rumah Nayla. Dengan hati yang berdebar kencang, aku menggandeng lengan kiri Gio lalu melangkah masuk ke dalam tempat berlangsungnya pesta.
Saat sampai di pintu depan, Nayla sudah menyambut kami berdua. Gadis mungil itu tampak begitu menawan dengan gaun pesta berwarna silver. Wajah cerah dan bahagia milik Nayla menular padaku saat dia menyalamiku dan Gio. Ada seorang pria yang sedang menemani di sampingnya. Pria itu terlihat tampan, namun sayangnya itu bukan Bagas. Rasa kecewa perlahan merayapi hatiku, namun aku tetap berusaha tampak gembira. Apa dia benar-benar tidak akan datang ke pesta ini? tanyaku dalam hati.
"Welcome, kak Sofia!" sambut Nayla riang saat aku sudah sampai di dekatnya.
"Happy birthday ya, cantik. Wish you all the best for your life," ucapku tulus sambil mencium pipi kiri dan kanannya.
"Thank you, kak. Makasih banget udah mau datang sama prince charming-nya," kata Nayla sambil menggodaku. Aku dan Gio terkekeh mendengarnya. Gio pun menyalami Nayla sambil mengucapkan selamat.
"Oh iya kenalin ini pacar aku, kak. Namanya Nico. Sayang, kenalan dulu nih, sama idola aku di sanggar. Namanya kak Sofia, terus ini kak Gio tunangannya kak Sofia." Nayla mengenalkan aku dan Gio pada pria tampan, yang sedari tadi setia menemani di sampingnya.
"Halo! Aku Sofia," ucapku ramah sambil menjabat hangat tangan Nico. Gio pun berkenalan dengannya. Setelah berbasa-basi sebentar dengan sang pemilik pesta, akhirnya kami dipersilahkan masuk dan berbaur dengan tamu lainnya.
Pestanya sangat meriah. Banyak teman-teman sanggar ku yang juga hadir dengan pasangan masing-masing. Konsep pesta milik Nayla malam ini bertema semi formal dengan dress dan tuksedo. Di sana tampak juga sebuah panggung kecil lengkap dengan seorang DJ, yang sedang memainkan musik-musik EDM alias jenis musik kekinian, yang sedang hits di kalangan anak muda jaman sekarang. Banyak orang yang sedang asyik menari dan menggoyang badannya di dekat panggung DJ itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Intermezzo (Selingan Indah)
ChickLitTelah tersedia di Google Play Books (Repost) Sofia merasa hidupnya terlalu sempurna. Terlahir dengan wajah cantik dan juga dikaruniai otak yang pintar. Berasal dari keluarga kaya raya, dengan orang tua yang sangat menyayanginya dan memanjakannya, hi...
