E

1.3K 206 6
                                    

Typo(s)
_______________

“Kau pasti bercanda, hyung.”

Suara itu menggema di ruangan ini. Dua orang pria sedang berbincang serius menjadi pemandangan di sana. Mereka saling menatap tajam, penuh akan kemarahan.

“Tidak, Sehun. Aku sudah menyelidiki ini semua. Dan ternyata dugaanku selama ini memang benar adanya.” Kata salah seorang pria berjas hitam.

“Dia… aku tidak menyangka jika semua ini ulah Park Chanyeol.”

“Kyungsoo hyung, aku butuh bantuanmu.” Tambahnya.

Pria berjas hitam yang dipanggil Kyungsoo itu tersenyum tipis.

“Pasti, aku akan membantumu.” Kata Kyungsoo.

“Aku sudah menduga Park Chanyeol akan melakukan hal semacam ini. Aku menyelidikinya, memata-matai mansionnya dengan bantuan rekan kerjaku. Dan benar, Reileen disekap di mansion miliknya.” Jelas Kyungsoo.


“Sialan Park Chanyeol!” Sehun mengepalkan tangannya kuat. Ia benar-benar ingin menghabisi Park Chanyeol detik ini juga.

Kyungsoo hanya menatap datar. Sebisa mungkin ia mengendalikan emosinya. Ia tidak ingin semua rencananya hancur hanya karena emosinya yang meluap-luap. Sungguh, ia juga sangat marah dan ingin mengarahkan senapannya pada kepala Chanyeol. Reileen adalah adik angkatnya, dan ia tidak ingin gadis itu tergores luka sedikitpun. Sejak ia bertemu dengan gadis itu, ia bertekad untuk menjaganya.

“Oh Sehun…”
Sehun menoleh dan menatap Kyungsoo saat pria itu memanggilnya.

“Aku ingatkan kau jangan gegabah ketika kita menyerang rumah Park Chanyeol. Karena… nyawa Reileen menjadi taruhannya.” Kata Kyungsoo.


“Aku mengerti, hyung. Tapi aku tidak bisa mengendalikan emosiku jika melihat Reileen kesakitan.” Balas Sehun.

“Maka dari itu, kendalikan emosimu agar semua rencana kita berjalan lancar.”

Sehun menghembuskan napasnya kasar.
Ia mengusak rambutnya frustasi. Sudah hampir sebulan Reileen menghilang dan ia baru mengetahui berita ini seminggu yang lalu. Ia merasa bersalah pada Reileen karena akhir-akhir ini ia melingkari janjinya –untuk menjaga gadis itu. Ia lebih memilih mengurusi bisnis di dunia gelap bersama rekan kerjanya yang baru.

“Apa Rei baik-baik saja?” Tanya Sehun.

“Entahlah. Aku tak berhasil menyusup ke mansion Chanyeol. Penjagaannya terlalu ketat, ditambah di area penyekapan terdapat lebih dari lima bodyguard. Aku kalah dari mereka, aku hanya membawa dua rekan kerjaku untuk menyelidiki masalah ini. Aku minta maaf…” Ucap Kyungsoo.

“Tak apa, hyung. Besok kita ke tempat itu. Aku akan meminta bantuan pada Yixing untuk mengirim puluhan bodyguardnya.” Ujar Sehun.

“Kuharap Reileen bisa bebas. Ini kesalahanku di masa lalu, tidak seharusnya aku menyeretnya dalam masalah ini. Ia bahkan tak tahu apa-apa tentang kehidupanku. Aku tak menceritakannya, bukan berarti aku menutupi keburukanku, aku hanya ingin ia tak takut padaku. Aku tak ingin ia menjauhiku.” Tambahnya.

“Aku mengerti maksudmu. Reileen juga pasti mengerti jika kau menjelaskan semuanya. Kau hanya berkata dengan tenang, aku jamin dia akan mengerti. Karena bagaimanapun, dia hanya mempunyaimu di dunia ini, selain aku. Tapi, kau tahu bukan? Dia sangat patuh padaku, hubungan kita kaku jika saja kau tak menjadi orang ketiga diantara kami.” Balas Kyungsoo.

“Ya, aku tahu itu.”

“Jadi bagaimana rencananya?” Tanya Kyungsoo penasaran.

“Besok aku akan menyelidikinya terlebih dahulu.” Jawab Sehun.

“Besok aku ada tugas pengawalan keluarga Perdana Menteri. Bagaimana jika lusa saja?”

Hyung! Lebih cepat lebih baik, aku tak ingin Reileen menderita lebih lama lagi. Bukankah kau tahu jika Reileen memiliki trauma dengan suara tembakan? Aku tak ingin jika Chanyeol macam-macam dan membahayakan gadisku.”

“Aku mengerti, Sehun. Aku sangat paham betul dengan adikku. Tapi, akupun tak bisa membatalkan begitu saja tugas itu,” sergah Kyungsoo.

“Ya sudah, aku saja yang pergi. Aku akan meminta bantuan kenalanku. Aku akan mengurus semuanya,” tandas Sehun.

“Baiklah, aku serahkan masalah ini padamu. Jika terjadi sesuatu, cepat kabari aku.”

Sehun mengangguk mengerti. “Aku pergi dulu, hyung.”

Kemudian, ia mengambil kunci mobil yang ada di meja ruang tamu dan berjalan keluar.

**

Pagi yang tak begitu cerah. Sehun memasuki mansion Chanyeol dengan mudahnya setelah menghajar dua bodyguard Chanyeol yang berada di sisi gerbang utama.

Hari ini ia hanya datang seorang diri. Bodyguard kenalannya tak bisa membantu. Ah, benar-benar kabar yang buruk, kan? Tapi  bagi Sehun ini adalah bukan masalah yang besar. Ia bisa menghadapi bodyguard-bodyguard Chanyeol dengan mudah. Ini sudah kenal betul orang suruhan Chanyeol.

Sehun sudah memasuki mansion Chanyeol. Sungguh, bagi Sehun, tak butuh tenaga ekstra untuk mengalahkan orang suruhan Chanyeol.

Para pelayan dikejutkan dengan kedatangannya. Semua orang yang di mansion ini sudah sangat mengenal Sehun. Karena dulu pria itu sering datang kesana, bahkan hampir setiap hari ia bermain games di ruang keluarga mansion ini.

Setelah berjalan mengelilingi mansion milik Park Chanyeol, Sehun menghentikan pandangannya pada pintu kamar tamu yang tak tertutup rapat. Instingnya mengatakan Reileen berada di sana. Tanpa berpikir panjang, pria itu segera berjalan dan membuka pintu itu.

Sehun sangat terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya sekarang. Reileen –kekasihnya, sedang berbincang dengan Chanyeol. Walaupun hanya samar-samar ia mendengarnya, namun Reileen dan Chanyeol terlihat biasa saja, malah terbilang cukup akrab.

“Rei…” Kata itu keluar begitu saja dari mulutnya, membuat Reileen menatapnya kaget.

“Sehun?”

Reileen berjalan mendekat. Begitupun Chanyeol, pria itu membuntuti Reileen.
“Kemana saja kau selama ini?”









to be continue

Thanks for reading and vomments 💕

loeys♡

Falsch • PCYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang