les privat cinta?

3.4K 131 8
                                        

"Jadi mau belajar apa kita?" Tanya lyssa malas.

"Seterah" jawab daniel di tengah kesibukannya membereskan obat-obatan.

Setelah berhasil menyeret lyssa ke ruang uks, daniel langsung menuju ke lemari obat-obat dan larut dengan kesibukannya sendiri selama beberapa menit tanpa sekalipun menanggapi kehadiran lyssa, yang membuat gadis itu berusaha sekuat tenaga menahan keinginan untuk membunuh daniel.

"Kan bapak yang mau ngajar, masa seterah saya" protes lyssa sambil mengepalkan tangannya sebagai pelampiasan emosinya

daniel tidak menanggapi lyssa dan terus sibuk dengan kegiatannya sendiri

"Terus ngapain maksa buat les privat kalo sibuk" lyssa berdiri sambil melipat kedua tangan, "yaudah ah saya pulang" ucapnya sambil memakai tas

"Saya gak izinin" seru daniel sambil tetap sibuk sendiri.

Lyssa menggertakan gigi dan berjalan mendekat ke daniel, "terus saya ngapain disini?!" Serunya mulai emosi

"Seterah kamu aja mau ngapain"

Lyssa yang sudah semakin emosi reflek memukul punggung daniel, membuat daniel berhenti dari kegiatannha dan reflek membalikan badan menghadap lyssa

"Lyssa saya sibuk, jangan cari perhatian deh" ucapnya yang kemuadian kembali sibuk dengan kegiatannya

"Cari perhatian ?!! Hah!! Bapak bener-bener ngajak perang ya? Tadi maksa-maksa suruh les privat, sekarang udah disini malah sibuk sendiri!" Ucapnya , "kalo kayak gini mending saya pulang aja, saya juga sibuk tau!"

"Lyssa kamu kelas 3 SMA kan? Belajar sendiri aja kenapa sih? Saya sibuk"

"Kalo endingnya belajar sendiri, saya bisa dirumah! Gak perlu privat-privatan!" Lyssa berjalan ke tempatnya duduk tadi sambil menghentakan kaki dengan emosi, "buang-buang waktu aja !"

"Gak buang-buang waktu kok menurut saya"

"Itu karna bapak punya banyak waktu luang dan gak punya kerjaan" ucap lyssa yang kembali tidak ditanggapi daniel

10 menit kemudian, handphone lyssa berbunyi yang ternyata telpon dari damar. Mengetahui bahwa damar menelponnya membuatnya heboh sendiri hingga melupakan kehadiran daniel yang kini tengah menatapnya bingung karna reaksi lyssa.

"Hai damar" ucap lyssa dengan membuat suaranya semanis mungkin.

Mendengar nama damar disebut, langsung membuat daniel tanpa sadar meletakan obat dan daftar obat dengan keras ke rak dan berjalan mendekati lyssa yang tidak sadar daniel mendekat.

"Kapan?.......bisaa bisaa......oke see...." belum sempat lyssa menyelesaikan pembicaraannya, tiba-tiba daniel mengambil handphone lyssa dan mematikan sambungan telpon tersebut dengan emosi terlihat diwajahnya.

"Ah! Ngapain si pak!" Lyssa berusaha merebut handphonenya kembali yang tentu saja sia-sia karna daniel mengangkat tangannya tinggi-tinggi, "balikin pak, ini penting pak" mohon lyssa

" ngapain si curut itu nelpon kamu?!" Tanya daniel galak

"Bukan urusan bapak"

"Ini urusan saya. Jawab atau handphone ini saya sita!" Ancam daniel sambil menatap lyssa tajam

Menyerah dengan sikap daniel yang menurutnya tidak jelas, " dia mau ngajak saya nonton" ucapnya malas

"Kapan?"

"Jam 6 nanti"

Daniel menatap jam di tangannya yang menunjukan pukul setengah 4 sore, "siapa bilang kamu bisa pergi?!" Daniel berjalan mengambil buku biologi lyssa, "kerjain semua latihan di buku ini dari bab 1 sampai 3 baru kamu bisa pergi. Kita sedang les"

my lovely teacherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang