(me)nonton cinta?

3.2K 123 14
                                        

kamu gak pernah sih ngerasain was-was karena orang yang kamu suka ngejar orang yang dia suka -Daniel

★✩★✩★★★✩★✩

Loh? Itu pak daniel kan?" Tanya damar yang langsung membuat lyssa membalikan badannya, dan benar daniel alan saputra, si guru aneh itu berjalan mendekati mereka dengan langkah cepat dan mata tajam memandang lyssa. Aura kematian melingkupi seluruh tubuhnya memberi peringatan pada siapapun yang berani menghalanginya, Dan saat itu pula lyssa tau, daniel akan melakukan hal gila dan membuat rencana romantisnya untuk menonton film dengan damar hanya tinggal khayalan.

"Hai pak daniel" sapa damar ramah yang hanya di balas anggukan singkat daniel.

"Bapak sendiri ?" Tanya damar lagi, yang masih dijawab daniel dengan anggukam singkat

"bapak mau nonton apa?"
Damar masih tidak menyadari aura pekat disekitarnya, walaupun jelas-jelas daniel menatap lyssa tajam dari tadi.

"Kamu mau nonton apa?" Tanya daniel balik

"Oh, saya mau..." belum sempat daniel selesai menjawab, lyssa buru-buru memotong ucapannya

"Rahasia !" ucap lyssa galak menantang daniel, "damar jangan kasih tau" tambahnya, namun dengan suara yang lebih lembut sambil menghadap damar.

"Kalian mencurigakan, kalau gitu saya ikut nonton sama kalian" tegas daniel

Mendengarnya lyssa membulatkan mata kesal, "sebenernya saya mau aja, tapi tiketnya udah dibeli tapi cuman dua" ucapnya berbanding terbalik dengan matanya yang semakin tajam menatap daniel seolah memberikan ancaman.

"Oh gakpapa kita bisa pesen lagi" usul daniel

"Tiketnya abis" seru lyssa lagi

"Kamu bohong kan?" Seru daniel mendekat, "itu alasan kamu aja kan? Saya semakin curiga"

"Curiga kenapa? Saya gak bakal ngapa-ngapain lyssa kok"

"Bukan kamu, tapi dia!" Ucap daniel sambil jarinya bergerak memutar-mutar di depan wajah lyssa

"Curiga apaan sih pak?!" Lyssa semakin terpancing emosinya, "lagian ini kan hak kami"

"Tapi ini kewajiban saya buat memastikan gak ada kekacauan yang terjadi"

"Astagaaa ini nontonn doang pak daniel alan saputra!"

"Astagaaaa ini buat jaga-jaga doang lyssa" balas daniel dengan mengikuti nada lyssa, yang semakin membuat lyssa kesal, "gini aja, kalian saya traktir nonton, tiket tadi kasih aja ke orang lain atau seterah diapain. Gimana? Oke. Saya pesan dulu kalo semua setuju" daniel langsung berjalan untuk memesan tiket, membuat lyssa dan damar terdiam dengan monolog daniel.

tapi baru beberapa langkah, daniel mundur kembali, "Tapi kita mau nonton apa?"

Lyssa yang sudah emosi tapi tidak ingin menghancurkan imagenya di depan damar memilih ke kamar mandi, "seterah pak, seterah" ucapnya sebelum pergi.

★✩★✩★✩★✩★✩★✩

Sepuluh menit lyssa di kamar mandi, mencoba melampiaskan emosinya kepada tisu toilet.

"Dia kenapa sih? Ganggu orang aja? Dia kesepian?! Kalo kesepian jangan ganggu orang dong!, semua gagal karena si gila itu!!" Omel lyssa di dalam bilik kamar mandi membuat seorang wanita yang sedang mencuci tangan bingung dan ketakutan.

Akhirnya setelah merasa tenang ia keluar kamar mandi, dan ia langsung melihat daniel menunggunya di depan toilet mengawasi kerumunan orang.

Tanpa menyapa atau berkata-kata lyssa langsung melewati daniel begitu saja, daniel menyadari lyssa telah di depannya langsung berjalan menghampirinya

" jangan seneng gitu ah mukanya " ucap daniel begitu sampai di samping lyssa

"Pal daniel" ucap lyssa

"Ya lyssa?"

"Bapak kesepian ya? Atau bapak lagi ada masalah? Bapak bisa cerita ke saya kalo udah gak kuat nanggung sendirian, dari pada nanti bapak jadi gila" seru lyssa serius sambil menatap daniel

"Masalah saya itu kamu yang kabur buat nonton sama damar, bikin saya was-was"

"Saya serius pak"

"Saya juga, kamu gak pernah sih ngerasain was-was karena orang yang kamu suka ngejar orang yang dia suka"

"Seterahlah, diajakin serius malah gini lagi"

"Saya mau kok di ajak serius, mau banget, kalo gitu hari rabu 15 september jam 7 malam kita pacaran"

"Dasar aneh" ucap lyssa sambil pergi meninggalkan daniel yang tertawa dengan ucapan sendiri.

Namun, tawanya langsung sirna begitu ia melihat pria yang mengikuti lyssa ke kamar mandi kini masih menatap lyssa sambil tersenyum mencurigakan.

Daniel yang kembali emosi langsung menghampiri pria tadi, " masih belum kapok hah!" Ucapnya pelan namun terdengar bahwa ia benar-benar emosi, " ikut gua" sambil mencengkram kerah baju pria itu ia menariknya ke sudut sepi. Begitu memastikan tidak ada cctv yang merekamnya ia mendorong pria tadi ketembok

"Lo bener- bener nantangin gua!!" Ucapnya sambil memukul wajah pria tadi, " Heh bego, mau mati lo!" Daniel memukul lagi pria itu, " sekali lagi gua liat lo ngikutin dia, gua bunuh lo!" Sambil memukul perut pria itu, ia menambahkan, "jangan sampe gua liat muka lo lagi!, pergi !!" Ucapnya membuat pria itu langsung berlari pergi.

"Pak daniel?" Seru seseorang membuat daniel membalikan badan, begitu melihat siapa yang memanggilnya, daniel langsung membeku
"pak daniel ngapain disitu? Tadi ribet mau ikut nonton, sekarang ngilang, bikin orang susah" omel lyssa yang malah membuat daniel lega karena lyssa tidak mengetahui kejadian tadi.

Tanpa berkata-kata daniel langsung berjalan ke arah lyssa dan memeluknya sebentar dan kemudian menatap lyssa, sebelum lyssa sempat marah, "ayok nanti si reseh itu nunggu" ucapnya sambil berjalan pergi.

"Dia bener- bener kesepian kayaknya, pasti masalah dia banyak banget, kasian" ucap lyssa sambil menatap punggung daniel.

Akhirnya mereka bertiga menonton film dengan daniel ditengah, yang pastinya sebelumnya terjadi perdebatan antara dia dengan lyssa untuk posisi duduk, yang akhirnya dimenangkan daniel dengan alasan dia yang bayar.

Selama film berlangsung, damar menonton dengan serius karena ia yang memilih filmnya, lyssa yang menonton sambil memaki daniel dalam hati, dan daniel ia sibuk makan dan memandang lyssa tanpa tertarik dengan film nya

Lyssa yang menyadari daniel menatapnya , akhirnya jengah juga, "bapak gak nonton filmnya?" Tanyanya sesabar mungkin karena ia menyadari daniel banyak masalah.

"Saya gak suka nonton film" ucapnya

Jawaban daniel kembali menguji kesabaran lyssa"Terus kenapa bapak ribet pengen nonton?"

"Buat buang-buang duit"

"Pak, masalah hidup bapak berat banget ya? Yang kuat ya" prihatin lyssa.

"Maksutnya? Kamu makin lama makin aneh" ucap daniel yang tidak mendapat tanggapan dari lyssa.

Dan beberapa menit setelahnya, daniel tertidur, dan membuat lyssa memukul bahunya pelan, "jangam tidur" omel lyssa.

"Oke" ucap daniel, yang beberapa menit kemudian kembali tertidur, membuat lyssa membangunkannya kembali, " sepuluh menit aja lys, saya capek banget" ucapnya dan kemudian tertidur lagi.

"Kalo gitu ngapain maksa nonton, ganggu aja!" Omel lyssa, dan ia semakin kesal begitu melihat damar asik dengan film tanpa memedulikan apapun.

"Semua karena si aneh ini", tanpa disadari lyssa, ia mengambil tas daniel yang mengganjal tubuh daniel dengan pelan dan meletakannya di sampingnya agar daniel duduk lebih nyaman.

Daniel yang merasa pergerakan tas di dekatnya membuatnya terbangun, tapi ia tetap pura-pura tidur untuk mengetahui apa yang ingin dilakukan lyssa, dan itu membuatnya sangat senang hingga bibirnya tersenyum, untungnya lyssa tidak menyadarinya.

★✩★✩✩✩★

Commentnya ditunggu ♡

my lovely teacherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang