Kalo kamu pikir aku akan kecewa karna hanya melihat punggungmu, kamu salah. Kamu tidak tahu saya sudah sangat sering melihat punggungmu dari jauh selama ini bukan? Jadi itu bukan masalah buat saya jika tidak melihat wajahmu, karna aku senang melihatmu dari sisi manapun karna itu dapat menghilangkan rindu dan kekhawtiran diriku tentangmu.
●○●○●○●○●○●○●○●
"Makasi pak atas bantuannya. Selamat sore" ucap lyssa sambil berjalan keluar. Namun baru beberapa langkah, daniel telah menarik lengan lyssa.
"Tidak semudah itu lyssa. Kamu pulang sama saya" ucap daniel sambil menarik lyssa ke mobilnya yang diparkir tidak jauh dari gudang.
"Loh? Pak? Tapi saya mau pulang sama damar" tolak lyssa.
"Diam lyssa"
"Saya gak mau pulang sama bapak. Saya mau sama damar aja" seru lyssa membuat daniel memojokannya ke dinding
"Seharian ini saya sudah berusaha sabar. Ketika damar dan kamu sekelompok dikelas, ketika kamu dan damar di gudang bertatapan mata hingga tidak menyadari kehadiran saya, dan terpenting ketika pipimu merona untuk damar" serunya sambil sebelah tangannya memegang pipi lyssa, "karena itu, bukannya saya pantas mendapat hadiah?"
Mata lyssa membulat tak percaya, "p..pak..."
"Karna itu kamu pulang sama saya" tegas daniel yang menyadari kebingungan lyssa, daniel menambahkan "kenapa? Ada yang salah?"
"Bapak serius?"
"Apa saya terlihat sedabg bercanda?"
"Tapi.....saya, saya gak mau. Saya mau pulang sa....ooww" ucapan lyssa terhenti karna daniel langsung menariknya masuk ke mobil.
●○●○●○●○●○●○●○●
Sudah hampir sepuluh menit perjalanan yang hanya diisi keheningan di dalam mobil daniel, dan selama itu lyssa tidak berhenti mengutuk daniel. Bukan karna daniel yang diam seribu bahasa tanpa mengajaknya berbicara, lyssa malah bersyukur karna itu, hanya tatapan mata daniel yang selalu menatapanya dengan cara aneh dan secara terus menerus -jika sedang di lampu merah tentunya, dan sesekali jika jalanan sedang lancar- membuat lyssa jengah.
"Serius deh, ada yg aneh dimuka saya?" Tanya lyssa kehabisan kesabaran
"Muka kamu kan emang aneh?" Jawab daniel santai
"Terus kenapa bapak liatin saya terus?"
"Itu urusan saya"
"Itu juga jadi urusan saya pak, karna saya risih!" Jawab lyssa emosi.
"Bukan urusan saya" ucap daniel cuek membuat lyssa semakin emosi, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa
"Haha saya senang hari ini, makasi ya" ucap daniel beberapa menit kemudian.
"Makasih apa?"
"Iya, karna kamu mau saya antar pulang, hanya kita berdua dimobil ini. Serasa seperti sepasang kekasih. Saya sudah lama menginginkan hal ini" ucap daniel kalem.
"A...apaaa!!!"
"Haruskah kita lakukan ini setiap hari?"
"Pak daniel, hanya untuk mengingatkan ya, saya disini sekarang juga karna ditarik bapak. Apanya yang sepasang kekasih?! Jangan harap besok-besok saya mau lagi"
"Sayangnya saya sudah terlanjur berharap, eh bukan saya sudah terlanjur bertekad ini bukan yang terakir"
"Seterah lah"
"Hahahha, wajahmu ketika merona itu sangat manis, tapi ekspresimu ketika marah, benar-benar menggemaskan. Hahaha" tawa daniel membuat lyssa semakin kesal dan membalikan badan membelakangi daniel.
"Kalo kamu pikir aku akan kecewa karna hanya melihat punggungmu, kamu salah. Kamu tidak tahu saya sudah sangat sering melihat punggungmu dari jauh selama ini bukan? Jadi itu bukan masalah buat saya jika tidak melihat wajahmu, karna aku senang melihatmu dari sisi manapun karna itu dapat menghilangkan rindu dan kekhawtiran diriku tentangmu" ucap daniel membuat lyssa menegang.
"A..p..pak daniel jangan ngomong yang aneh-aneh!!"
"Itu kenyataan kok" jawab daniel santai seolah apa yang barusan diucapkannya adalah topik mengenai cuaca diluar yang sedikit mendung.
"Sesukamu lah" ucap lyssa menyerah.
"Hahaha, sebenernya saya mau mengajak kamu makan, namun karna sudah sangat sore dan cuaca mendung, kita langsung pulang saja ya. Kamu gak kecewa kan?"
"Emang saya berharap banget buat makan sama bapak apa? Mimpi!"
"Yap, tetap si nyonya galak" ucap daniel. "Tapi tenang aja saya bakal ngajak kamu makan dimanapun kamu mau"
"Saya gak berharap sedikitpun buat makan sama bapak. Jadi mending gak usah deh ya" ketus lyssa.
"Kita liat aja nan...." ucapan daniel terputus oleh dering telpon lyssa.
"Ya ampun damar. Mampus gua lupa bilang ke damar. Kenapa gua bisa lupa sama damar si?" Omel lyssa pelan yang membuat daniel tersenyum senang karna mendengar lyssa yang melupakan damar. "Masih ada kesempatan" ucap daniel dalam hati sambil bersiul-siul senang.
"Damar sorry banget lupa ngabarin kalo hari ini kita gak bisa pulang bareng dulu"
"..........."
"Iya, ini udah dijalan. Maaf ya mar"
"......."
"Iya, tapi tetep aja jadi gak enak. Gimana dong?"
"....."
"Berangkat bareng? Kapan?"
"........"
"Besok? Oke setuju.Maaf ya mar sekali lagi"
"........"
"Oke. See you too"
Lysaa tidak menyadari bahwa percakapannya dengan damar ternyata didengar daniel dengan jelas, terlalu jelas terlebih senyum di wajah lyssa setelah berbicara dengan damar membuat daniel harus menahan amarah dengan mencengkram stir mobil dengan kencang.
●○●○●○●○●○●○●○●○●
Tidak berapa lama kemudian, mobil daniel telah sampai di depan pagar rumah lyssa.
"Makasi pak tumpangannya"
"Makasi ya lyss hadiahnya" ucapan daniel seketika menghentikan gerakan lyssa membuka pintu mobil.
"Hadiah?"
"Iyaa, bagi saya mengantar kamu pulang adalah salah satu hadiah terindah" daniel kembali membuat lyssa tidak berkutik selama beberapa detik.
"Seterahmu lah" ucap lyssa sambil membuka pintu mobil, yang beberapa detik kemudian ditahan daniel
"Lyssa, saya tau hari ini saya sudah mendapat hadiah besar dan saya tidak boleh serakah, tapi untuk kali ini saja izinkan saya menjadi orang yang serakah dengan meminta hadiah lagi ya"
"Hadiah apa lagi?" Tanya lyssa jengah.
"Ini" ucap daniel sambil memeluk lyssa. "Saya takut ini cuman mimpi, karna saya sudah sering memimpikan mengantar kamu pulang. Karna itu saya butuh pembuktian bahwa ini bukan mimpi. Dan....hati saya sedang dipenuhi cemburu karna itu saya ingin menghapusnya. Sebagai hadiah besok saya biarkan kamu berangkat dengan si curut itu"tambah daniel
Lyssa hanya bisa diam tak berkutik karna semua ini. Setelah semenit berlalu, daniel baru melepaskan pelukannya dengan perasaan tidak rela yang terlihat jelas diwajahnya.
"Nah lyssa, sekarang kamu boleh pergi. Cepat. Sebelum saya memelukmu lagi kali ini saya tidak yakin akan melepaskan pelukkannya lagi." Ucap daniel membuat lyssa tersadar dan keluar mobil dengan terburu-buru. Bahkan ia menabrak pagar rumahnya saking shocknya dengan kejadian barusan membuat daniel menatapnya dengan khawatir namun beberapa detik kemudian ia tertawa terbahak-bahak.
"Nah, itu dia gadisku yang ceroboh" ucap daniel pelan.
Namun entah mengapa memanggil lyssa dengan sebutan "gadisku" menimbulkan sensasi aneh di jantungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
my lovely teacher
Fiksi RemajaKisah cinta segitiga antara siswi sma dengan teman sekelas dam gurunya
