Gak ngerendahin tapi ngehargain, walaupun kalian bilang emansipasi wanita atau apapun, tapi tetep aja wanita itu gak sekuat pria, jadi pria harus ngelindungi -Damar
★✩★✩★✩★
Setengah jam sudah daniel mengelilingi mall itu untuk mencari lyssa dan damar yang pergi saat daniel tertidur tadi.
*Setengah jam sebelumnya
Studio itu sudah sepi, film sudah selesai ditanyangkan dari beberapa menit yang lalu, para petugas kebersihan sedang membersihkan studio itu untuk sesi selanjutnya, dan satu orang yang masih tertidur di kursi penonton tanpa menyadari suasana sekelilingnya.
Daniel yang kelelahan akibat semalam baru bisa tidur jam 3 pagi tak kuasa juga menahan kantuknya hingga ia tertidur.
"Pak...pak...." seorang petugas pria membangunkan daniel dengan lembut, "pak..." daniel masih belum bangun juga, "pak bangun, film nya sudah selesai" akhirnya petugas itu menepuk pundak daniel, dan terbukti cara ini efektif karna daniel mulai menggerakan badannya
"Film nya sudah selesai pak" seru petugas itu, melihat daniel yang masih setengah sadar petugas itu kembali mengulang kalimatnya
Daniel langsung berdiri dan memandang sekitar begitu ia memahami ucapan petugas tadi, begitu disadari lyssa telah pergi ia langsung berlari keluar setelah mengucapkan terima kasih.
Karena pikirannya yang panik, daniel sampai melupakan tasnya.
Dan akhirnya disinilah damar, di depan pintu bioskop untuk ketiga kalinya dengan amarah yang mengumpul di dadanya,
"Lyssaa" hanya sepatah kata itu saja yang keluar dari mulutnya, namun dari raut wajahnya bisa dipastikan bukan pertanda baik.
★✩★✩★✩★✩★
"Oh shit, abis ini jam nya si gila!" Ucap lyssa begitu menyadari jadwal pelajarannya siang ini.
"Ah, mau kabur ke uks sama aja nyari mati, ke kantin sekarang yang ngawas bu murti, yakali kabur ke toilet 2 jam balik-balik bau jamban dah" lyssa yang enggan bertemu daniel, memikirkan bagaimana cara menghindari daniel dan begitu menyadari tidak ada pilihan ia kesal sendiri dan akhirnya ia memukul tangan tania yang sedang tertidur.
Tania langsung membuka matanya kaget dan melihat sekeliling, begitu ia menyadari tidak ada guru atau apapun yang penting hingga ia harus dibangunkan dengan cara sekemanusiaan ini, ia langsung menatap galak lyssa yang ternyata sedang menatapnya dengan lebih galak.
Belum sempat tania membuka mulutnya untuk protes, lyssa sudah mendahuluinya,
"Apa?!" Ucap lyssa memarahi tania, " semua gara-gara lo!" setelahnya ia memukul kepala tania dan langsung pergi sambil marah-marah. Dan begitu di depan pintu kelas ia masih menatap tania kesal.
"Manusia itu kenapa sih?! Kan yang harusnya marah gua!!" Omel tania begitu lyssa menghilang dari pandangannya, "psikologis dia bener-bener harus diperhatiin, gimana masa depannya nanti! Dasar gila!!"
Lyssa yang masih kesal berjalan tak tentu arah, sampai akhirnya ia menyesali pilihannya karna bertemu daniel, "Kamu ikut saya" ucap daniel yang mau tidak mau diikuti lyssa
KAMU SEDANG MEMBACA
my lovely teacher
Teen FictionKisah cinta segitiga antara siswi sma dengan teman sekelas dam gurunya
