Jeremy dan Nana pun masuk kedalam rumah itu... "Please be seated mister Jeremy.." kata perempuan tua itu lalu mereka pun duduk. Tidak lama kemudian, perempuan itu pun membawa dua cawan berisi teh lalu memberikannya kepada Nana dan Jeremy. "Thank you mam.." kata Nana dan Jeremy lalu mereka pun minum teh itu. Nana melihat sekeliling rumah itu.... Di situ banyak gambar-gambar yang kelihatan lama dan kayu-kayu rumah itu kelihatan sangat usang.. Setelah itu, perempuan tua itu pun memperkenalkan dirinya kepada Nana dan Jeremy, "greetings...my name is Priscilla Hamilton, I've been here since I was young.." lalu memberi sebuah buku kepada Jeremy, buku itu kelihatan sangat usang... Kulit buku itu ada kesan bekas gigitan anai-anai dan tulisannya tidak begitu jelas.. "What is this mam?" soal Jeremy kepada Priscilla, "This is a book about the orphans who used to live here.." jawap Priscilla lalu perlahan-lahan membuka buku itu. Di dalam buku itu, Jeremy dan Nana melihat banyak gambar-gambar budak yang masih kecil dan juga bayi.. Priscilla pun mula menceritakan kepada Jeremy dan Nana satu persatu tentang budak-budak yatim piatu tersebut sehinggalah Priscilla membuka satu lambar ini dimana Jeremy dan Nana melihat gambar yang pernah mereka lihat... "This is Molly, she live here since she was born and one day when she turn 5 years old..there's this woman adopt her" jelas Priscilla.. "Molly is a happy little girl, she is so sweet and nice with other orphans here" jelas Priscilla lagi. Jeremy dan Nana pun mendengar dengan teliti setiap kata-kata Priscilla itu, "Molly has this porcelain doll where her mother left for her when they bring her here" kata Priscilla dengan nada yang penuh misteri... "But I can feel that the doll is evil..because since Molly and the doll is here in this home.. Bad things start to happen.." kata Priscilla dengan riak muka yang sedih. "What happen mam?" soal Nana lalu Priscilla memandang kearah Nana dan berkata kepadanya, "well....there were so many incident and the worse one is death!", Jeremy dan Nana pun tersentak dengan riak muka yang terkejut.. "One of the orphan was found hang themselves by the ceiling without eyes and tongue...at first we thought it was a serial killer who did it but then it got worse and worse... The orphans started to stay away from Molly and some of them make fun of her" kata Priscilla lalu sambung menceritakan kejadian itu kepada Jeremy dan Nana. "If the orphans ever hurt or make fun of Molly, something bad will happen to them.. The police investigate this case but never solve it. Then one night when I walk pass every room to see if the orphans is sleeping or not, all of the sudden I heard a laughing sound came from a room where Molly sleep..and when I rush in to see if they still awake and I was shock to see Molly is talking to her doll. And when I told her it's time to sleep, all the sudden her head turn 360 degrees towards me... Her eyes look so evil and she just stare at me with a smirk smile, the doll that sits in front of her suddenly move. The doll stand on two feet and stare at me, I was screaming calling Molly's name over and over again...then she slowly walks towards me and push me out from her room then she slam the door.. After that incident, more and more orphans is missing and some of them was found with a horrible death.. After 6 month this orphan's house was close due to the incidents..." jelas Priscilla. Jeremy dan Nana terdiam dan sangat terkejut mendengar semua itu, tidak lama kemudian Jeremy pun mula bersuara "I'm sorry mam, may I ask did the police ever finds a clue or solve the case?" soal Jeremy, riak muka Priscilla mula berubah dan mukanya pucat. "Mister Jeremy, I'm so sorry I have something to do..thank you the both of you for visiting me today" kata Priscilla lalu membawa Jeremy dan Nana kedepan pintu rumah itu. Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Priscilla, Jeremy dan Nana pun beredar dari tempat itu.
<Restoran Savolski> Jeremy membawa Nana makan tengah hari di sebuah restoran, Jeremy pun mula membuka mulutnya dan berkata kepada Nana, "Nana, kamu tak rasa hairan ke dengan tingkah laku perempuan itu tadi? Dia cuba mengelak dari menjawap soalan saya..". Nana meminum secawan teh lalu berkata, "Saya pun merasa macam ada yang tak kena..". Jeremy berfikir lagi tentang semua yang diceritakan oleh Priscilla itu, tiba-tiba telefon bimbit Nana berbunyi, "Ring....ring!!". Nana pun menjawap panggilan itu, "Hello, Nana where are you? I was so worried about you.." kedengaran seperti suara yang Nana kenali, "Who is this?" soal Nana.. "This is Ruben, where are you?" soal Ruben kepada Nana. Nana mendiamkan diri seketika lalu memberitahu Ruben yang dia dan Jeremy berada di Jerman. "What?! What the heck are you two doing there?" soal Ruben dengan nada yang sangat marah, Jeremy hanya melihat Nana sambil memakan sepotong pizza. "I'm so sorry Ruben but me and Jeremy are investigating this case together..and I..." belum sempat Nana menghabiskan kata-katanya, Ruben pun menjawap dengan nada yang sangat marah "What the fuck Nana!! Are you cheating on me?! You rather go with him than me? I'm your boyfriend not him!!" Ruben berteriak dengan nada yang sangat marah lalu meletakkan telefon. Nana hanya mampu mendiamkan diri dan menangis.. Jeremy melihat Nana yang sedang menangis lalu berkata "hey..what happen? Who is it?", Nana hanya mendiamkan diri dan terus menangis.. Tidak lama kemudian Jeremy membawa Nana balik ke hotel untuk berehat.
ANDA SEDANG MEMBACA
Patung Porcelain
HorrorCerita ini bermula apabila seorang wanita yang bernama Nana membeli patung Porcelain dari sebuah kedai antik.. Sejak Nana membawa patung itu balik ke rumah, banyak hal-hal yang pelik berlaku.. Adakah Nana akan membuang patung porcelain itu atau....??
