Mining until it come

122 4 3
                                        

"Steve!" Teriak Rukus, "Oh, uh... Rukus aku tidak melihatmu datang..."

"Tentu saja, aku lihat sedari tadi kamu melamun terus. Apa kau sakit?"

"Akh, tidak. Hanya imajinasi saja. Hehehe..." padahal suara yang aku dengar tadi seperti bukan berasal dari imajinasiku. "Kalau kau ingin meng- upgrade perlengkapanmu, aku sarankan kamu mengunjungi tambang kami."

"Oh, ya. Ya, aku akan kesana." terlintas dibenakku tentang apa yang baru saja Igor ceritakan "Tapi, setelah aku menyelesaikan urusanku, ok?"

"Okay, aku tunggu kamu di mulut tambang."

Aku mencari Igor dan bertanya padanya tentang The great and powerful ones yang ia ceritakan, "Aku tidak tahu banyak soal legenda itu, ceritanya sudah banyak berubah." desahnya pasrah "Apa kau tidak tahu nama orang itu?"

"Tidak, hanya sebutan itu yang aku tahu. Tapi, aku rasa jika kamu rajin menambang dan menemukan O'Diamond kau akan tahu jawabannya."

"Bukankah kau bilang O'Daimond hanya bisa mengabulkan satu permintaan?" Igor menggelengkan kepalanya "Gunakan otakmu, pandai." lalu ia beranjak menuju ladang "Dan oh! Selalu cek kompasmu saat menambang, siapa tahu kamu beruntung!"

Aku menatapnya heran, apa semua itu benar ada? Ah, aku tidak percaya. Tapi untuk apa aku ada disini? Kenapa aku tidak ingat apapun?

Hhh... Mungkin beberapa ores bisa menenangkan pikiranku.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Rukus duduk sambil memilih bahan tambang berharga, aku dan Zio masih sibuk memecah dinding tambang dan mengambil ores yang muncul. "Aku rasa kita sudah menambang terlalu dalam." cakap Rukus "Ya, dan kita hanya perlu beberapa gold lagi." sambar Zio. "Aku mulai lelah, aku rasa ini saatnya aku yang istirahat." keluhku "Rukus! Gantikan Steve, kita harus kembali sebelum petang."

"Aye! Captain!"

Disela istirahatku sesekali aku mengeluarkan kompas yang Igor berikan, ya kita berjalan empatbelas derajat ke tenggara dari posisi semula. Hm, bagaimana kalau aku menambang sedikit ke selatan, akupun bangkit dan membelakangi Zio dan Rukus lalu kembali menambang. Baru beberapa block aku pecahkan, aku menemukan sebuah ruangan kosong yang berhiaskan lava panas. "Hei! Zio! Rukus! Lihat apa yang aku temukan!"

Mereka mendekat dengan wajah kagum dan bersemangat, "Lihat! Ada setumpuk golden ores! Ayo kita ambil lalu pulang!" seru Zio.

Kami bergegas kesana dan mengambil emas itu dengan hati-hati, sesuatu menggangguku. Aku merasakan ada yang lain di ruangan ini, aku memalingkan pandanganku dan menatap dua blok lapis lazuli. Apa kami sudah menambang terlalu dalam?

"Hei Rukus, kau yang ambil emas itu ya. Aku, mau ambil bebatuan itu." aku menambang lapis lazuli itu, ternyata batu permata itu tidak hanya dua, namun enam, tidak delapan, tunggu maksudku.... Banyak!

"Zio! Pernahkan kamu menemukan lapis lazuli sebanyak ini?!" seruku dari bawah lapisan batuan permata nanbiru ini "Tidak, tapi aku punya firasat baik tentang ini." balasnya sambil meneliti lapisan demi lapisan "Kau yakin ini adalah tempatnya?" bisik Rukus "Ya, dimana lagi?" balas Zio.

"Tempat apa?" selaku heran "O'Diamond Steve, O'Diamond."

Zero To HeroTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang