LMS-Ch. 8: Good Things Come

85.8K 5K 168
                                        

*Playlist di atas Hailee Steinfeld-Most Girls

Happy Reading⏳

Livy menuruni lantai kamar yang dingin. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai, ia berjalan pergi menuju tempat tujuannya, kamar Arthur dan Cindy.

Tok!

Tok!

Livy memberanikan diri mengetuk pintu kamar mereka. Waktu belum menunjukkan pukul 7 pagi, masih sekitar 6.15.

Semalam ia belum sempat bertemu Arthur dan Cindy setelah kejadian Joshua membuatnya menagis. Tetapi ia merasa beruntung Eric membuatnya tenang. Apa seharusnya aku pulang ke Jakarta? Pertanyaan itu terus mengulang di kepalanya. Ia rasa kehadirannya memang tidak disukai Joshua.

Perlahan. Pintu terbuka sedikit demi sedikit. Wajah Cindy mulai terlihat bersamaan dengan wajah Livy yang memaksakan senyuman. Kejadian kemarin menyakiti hatinya, bagai palu yang memukul kepalanya, sangat sakit, hingga dadanya sesak.

"Livy!!" Cindy memeluk Livy. Pelukannya sangat erat, seperti tak bertemu dirinya berhari-hari.

"Ayo masuk dulu sayang, kami mengkhawatirkanmu." dengan cepat, Cindy mengamit tangan Livy dan membawanya masuk ke dalam kamar super luas milik sang empunya.

Livy mengikuti langkah Cindy tanpa menolak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Livy mengikuti langkah Cindy tanpa menolak. Disana ia bisa melihat betapa luasnya kamar mereka dengan luas dua kali lipat dari kamar lainnya. Mereka bahkan memiliki ruang tamu sendiri.

Livy terduduk di salah satu kursi ruang tamu kamar mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Livy terduduk di salah satu kursi ruang tamu kamar mereka. Ia melihat desain simple pada ruang tamu. Matanya terus meneliti seisi ruangan sampai ia melihat kedatangan Arthur.

Ia lihat Arthur memasang wajah ramah, tetap seperti biasanya. Cindy juga berlaku sama. Keduanya tidak terlihat marah, justru mereka duduk tenang di hadapannya.

"Uhm ... kedatanganku kesini sebenarnya aku ingin meminta maaf," kata Livy langsung pada topik yang ingin ia bahas sebelum datang.

"Untuk apa kau minta maaf Liv?" tanya Arthur. "Jika kau meminta maaf karena pulang terlambat, kami tidak perlu memaafkannya karena kau tidak salah. Kami mengerti Liv, setidaknya kau pulang dengan selamat." lanjut Arthur.

Last Man Standing (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang