LMS-Ch. 7: A Problem

84K 5.4K 139
                                        

*Playlist di atas: Justin Bieber-Friends

Btw maap aku curhat dulu ya 😂
Aku mau bilang makasih banget buat kalian yang udah baca, kasih komentar, dan votenya buat cerita LMS 🙏😘 aku nggak sangka bisa masuk #557 di Romance T_T padahal kemarin masih #991 🙈 Semoga nanti naik lagi ya muehehe Tapi semua ini juga berkat kalian, jadi makasih banyak atas dukungannya 💕😘

Dapet kiss dari trio handsome man (E - C - J) nih 😘😘😘

"Semoga kalian menikmati cerita ini, dan jangan lupa untuk jaga kesehatan kalian." -Eric❤

Happy Reading⏳

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Reading⏳


Livy berlari turun ke bawah. Kali ini Livy tidak terlambat pergi menuju kampusnya, ia hanya ingin cepat pergi dari mansion supaya datang lebih cepat.

"Liv, apa kau ingin pergi ke kampus?" suara Eric mampir di telinganya.

Ia menoleh sehingga matanya melihat wajah tampan Eric mengenakan setelan jas yang rapi.

"Iya. Bagaimana denganmu?" Livy berbalik bertanya.

"Aku ada perlu dengan Christian. Aku akan menyuruh Joshua untuk mengantarmu."

Mendengar nama Joshua membuat Livy buru-buru menggelengkan kepalanya. "Tidak usah-"

Sayangnya Eric sudah memanggil Joshua lebih dulu sebelum mendengar ucapannya. Pagi ini menjadi sebuah malapetaka untuknya. Ia tidak ingin nyawanya melayang hanya karena cara mengemudi Joshua yang terlalu ekstrem.

"Ada apa kau memanggilku?" tanya Joshua malas melihat Eric.

Matanya menangkap sosok Livy. Dia sudah bisa menebak pasti ada hubungannya dengan Livy. Apalagi perempuan itu tidak beranjak dari tempatnya. Ku rasa Eric ingin menyuruhku mengantar Livy.

"Kau ingin pergi ke Oxford bukan? Tolong bawa Livy bersamamu."

Tebakan Joshua benar. Dia memang disuruh mengantar Livy. Kalau sudah begini tak ada yang bisa Joshua lakukan. Dia tidak mau berdebat dengan Eric perkara antar mengantar.

"Ya sudah kalau begitu."

Eric tersenyum. Dia menepuk pundak Joshua. "Ingat Josh, jangan mengebut!" Eric memperingatkan.

Joshua mengangguk malas. Bukan berarti anggukannya menjadi jawaban akan persetujuannya mengenai peringatan sang kakak.

"Liv, kalau Joshua mengebut omeli saja. Kali ini dia tidak akan meninggalkanmu. Kabari aku jika kau sudah sampai ya, hati-hati Liv," kata Eric. Tangan kokohnya menyentuh rambut Livy, matanya memberikan tatapan terhangat yang seperti biasa dia berikan.

"Terima kasih Eric. Kau juga hati-hati, bye."

Livy segera menyusul langkah Joshua yang sudah berada jauh di depannya. Dengan wajah malas-malasan, Joshua memasuki mobil Lamborghininya.

Last Man Standing (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang