Part 1

1.3K 109 11
                                    

Putri pov

Aku harus segera bergegas sekarang, sudah jam 7.30 pagi itu artinya aku masih ada waktu tiga puluh menit untuk pergi kesana karena jarak perusahaan dengan apartemen deket lebih baik aku naik angkutan umum saja lebih hemat,kalau naik taksi sayang uang nya lumayan buat makan siang nanti.

Ridho pov

Sudah satu bulan aku mengantikan papa diperusahaan tanpa seorang sekretaris karena sekertaris papa yang dulu keluar karena menikah,sampai sekarang aku belum mendapatkan sekertaris baru karena belum ada yang cocok dengan ku,banyak para pelamar yang kesini tapi aku menolak mentah mentah mereka karena meraka hanya mengandalkan bandan mereka saja cihhhh,well aku mengakui kalau aku bukan laki laki yang baik aku sering bergonta ganti pasangan keluar masuk club saat diparis,tapi kalau menyangkut perusahaan aku tak mau mengambil resiko kalau memperkerjakan bitch macam mereka bisa bisa perusahaan ini bangkrut.

Aku sudah mulai frustasi karena menghandle pekerjaan ini sendiri dan aku akan memanggil 1 pelamar terakhir dari surat lamaran yang mereka kirimkan, meski tidak memiliki pengalaman kerja setidaknya nilai nilai dia bagus,semoga saja dia tidak berpenampilan semacam pelamar sebelum nya.

Putri pov

Aku sudah sampai di perusaan gustaf company perusahaan ini sungguh besar,
Sudah jam 08.30 tapi kenapa aku belum dipanggil panggil juga untuk interview aku sudah mulai jengah ditatapi terus oleh resepsionis itu apa penampilan ku terlalu jelek sehingga dia menatap ku merendahkan seperti itu,tapi dari pada penampilan dia dengan baju kekurangan bahan seperti itu dengan make up tebal seperti hantu di film film horor yang aku tonton hiii seremmm,ehemmm suara deheman yang cukup keras membuat ku tersadar dari lamunan ku ternyata recepsionis yang mirip hantu tadi sudah ada didepan ku,ada apa dia kesini,apa dia mendengar aku mengatainya seperti hantu?oh tidak mungkin kan aku bicara nya dalam hati.kau silahkan naik ke lantai 30 keruangan bapak ridho sekarang, perintah resepsionis yang aku ketahui namanya susi itu dengan muka nya yang tak bersahabat,baik mbak aku mengangguk sopan kalau tidak karena memalar pekerjaan aku tidak akan sopan padanya.

Aku naik ke lantai 30 sesuai dengan petunjuk resepsionis tadi,sampai disini ada resepsionis lagi tapi disini muka nya lebih bersahabat dan baju nya juga sopan dari pada resepsionis dibawah tadi.selamat pagi mbak, maaf mau nanya ruangan bapak ridho dimana ya?
Oh mbak putri ya yang mau interview mari saya antar keruangan bapak ridho.beliau sudah menunggu anda.

Sepanjang perjalanan aku mengobrol dengan dinda resepsionis yang mengantarkan ku,dia berkata bahwa bapak ridho orang nya sangat dingin dan sangat pemilih sudah lebih dari 100 pelamaran kerja yang ditolak nya aku jadi pesimis aku takut tidak diterima disini mengigat aku tidak memliki pengalaman kerja sama sekali apalagi ini perusahaan besar.

Aku sudah sampai didepan pintu yang aku ketahui ruangan bapak ridho si ceo yang dingin itu,kenapa aku jadi gugup seperti ini, apalagi mendengar suara nya yang berat dan seksi itu omg apa*an kau ini putri.

Dinda menyuruhku untuk masuk,sungguh aku menjadi sangat gugup saat masuk keruangan ini,apalagi dinda meninggalkan ku sendiri diruangan ini.

Aku binggung harus bagaimana,ceo itu masih membelakangi ku duduk dibalik meja kebesarannya.

Saat dia membalikkan kursinya betapa terkejutnya aku sampai berkas lamaran yang aku bawa terjatuh,ternyata dia

Jangan lupa vote dan komennya 😁😘

TBC 😘

HANYA SEBATAS STATUS Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang