chapter 4

71 7 2
                                        

"Lo sakit ya mel? Ayok mel ke UKS aja" ucap fira yang duduk sebangku denganku.

"Ah, nggak kok ra. Cuma sedikit pusing aja" tolakku halus

"Nah kan! Biar pusingnya cepet sembuh mel. Ayok ah jangan bandel iiih!" ajak fira lagi.

Fira memang bawel banget orangnya,  tipe tipe orang ramah dan mudah bergaul. Fira memang cukup terkenal disekolah ini, dia juga manis dengan pipi gembulnya.

"Hehehe, udah si. Gue gapapa suer deh" kataku lagi meyakinkan dengan tangan membentuk V.

Matanya menatap tajam kearahku. Akupun hanya bisa tertawa melihat tingkahnya yang kocak. Tau gak sih, fira kalau lagi menatap aku kayak gini bawaannya aku pengen ketawa mulu. Karna aku udah terbiasa dengan sifatnya yang murah senyum dan humble juga karna tampangnya yang gak cocok sama sekali buat mengintimidasi orang. Malah keliatan seperti anak kecil yang ngambek saat tidak dibelikan eskrim. Hihi. Gemay deh aku. Lalu fira mendesis.

"Okey deh kalau gitu, karna katanya loe baik baik saja nanti lo ikut gue kekantin. Gak. Ada. Penolakan. TITIK!" ucapnya lagi mengultimatum. Kalau sudah begini, mau apalagi. Nanti makin bawel kan dianya.

"Iya bawel" jawabku.

"Yes!"

"Diiih.. Nape lo? Segitu amat pengen jalan ma gue" ucapku menggoda fira. Tapi fira makin cengengesan.

"Nggak apa apa sih! Nih ya. Lo itu manusia apa bukan sih? Kerjaannya cuma bertelor dikelas mulu. Gak mau keluar kecuali bel pulang.." jeda sebentar
"Kan asyik gitu makan sama lo. Siapa tau nanti ada cogan nyantol ke gue" ucap fira berapi api.

"Ta*k lu ra! Dikira gue ayam apa?" nah lo, Sifat asliku keluarkan!. Mohon pembaca sekalian jangan tiru ucapan laknatku tadi hehe.

"Apaan cobak. Jalan sama gue, cowok nyantol ke elo? Duh ra.. ra.. Gak tau deh gue jalan fikiran lo"

Si fira pun terkekeh.
"Hehe, siapa tau gitu kecantikan lo menular kegue!!"

"Anying!" nih anak bener bener parah, kok ajaib gitu ya?. Tapi aku beruntung banget punya sahabat seperti fira. Meski baru kenal sedekat ini satu tahun lalu pas satu kelas bareng. Bukan dulu gak kenal, hanya saja tidak sedekat ini.

Lalu guru bahasa indonesia masuk kedalam kelas. Berakhirlah disini proses belajar mengajar, sedangkan aku masih bersenda gurau dengan fira sesekali. Dengan suara super kecil seperti bisikan.

***

Saat sudah bel dengan sigapnya fira menggandeng tanganku dengan possesivnya. Dikira aku pacarnya apa? Tapi aku gak protes, lagi malas debat soalnya.

Setelah sampai aku melihat gerombolan jajaran cowok ganteng berada disudut kantin sambil tertawa. Aku melihatnya lalu mengusap perutku ini.

"Mel? Lo sakit perut ya?" tanya fira

"Ee.. Ehh enggak kok, cuma lapar aja ra"

"Ow, mau apa? Biar gue yang pesenin"

"Bakso sama es jeruk"

"Okey!"

Aku pun cuma duduk sambil melihat mereka yang dipojok. Disana terdapat 4 cowok supernova nya SMA Bhakti Jaya. Ada Devon, Reza, Alex dan Marvel. Yang pertama devon, devon itu orangnya tinggi, hidung mancung, mata sayu dan murah senyum. Hingga banyak siswi baper melihatnya yang tersenyum sangat manis kepada mereka.

Yang kedua reza, reza ini tinggi juga, dengan wajah asianya yang kental karna keturunan chinese. Hidung mancung, orangnya kocak, rambutnya hitam dan mata sipit.

Yang ketiga alex, sipemilik rambut hitam ikal dan berkulit kuning langsat, kapten futsal, hidung mancung.

Yang keempat marvel. Cowok paling jakung diantara teman temannya, keturunan orang rusia, nempunyai alis yang tebal, rambut hitam kecoklatan, bibir merah nan seksi kalau kata fira sih cipokAble deh pokoknya, dan jangan lupa tatapan matanya yang tajam sanggup melumerkan beton.

"Aje gile, beton bisa lumer! Nggak deng becanda" batin melody sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

"Woy! Mel kenapa lo?" ucap fira mengangetkanku.

Akupun terkejut sambil mengusap dada.
"Etdah ra, ngagetin aje lo"

fira hanya cengengesan. Lalu menjatuhkan dirinya dibangku.

"Ngelamunin siapa sih? Itu ya?"

"Ah apaan sih ra! Itu siapa cobak?" tanyaku

"Hihihi, nggak usah ngeles deh mel. Gue udah liat kok kalau lo lagi liatin mereka. Awas ilernya nanti meluber luber kemana!!" ucap fira menaik turunkan alisnya melirik si supernova tersebut.

"Tauk ah! Jangan banyak bacot nanti makanannya keburu dingin" ucapku sewot

"Elaah"

Namun yang namanya fira, pasti gak bisa diem.

"Eh mel, lu denger?"

Aku yang sedang minum memutar bola mataku jengah "Yaelah ra, ra! Lo kan belum ngomong!"

"Oh iya ya! Hehe..."
"Tapi masa sih lo gak tau?? Itu loh alex yang kemaren?"

Aku menggelengkan kepala. Mendesah teringat kemaren penyebabku tidak sekolah.

"Kan gue kemaren nitip surat ijin kalu gue lagi sakit? Masa lo lupa sih?"

Karna sadar fira menjitak kepalanya.
"Oh iya ya! Hehe.."
Lalu ekspresi fira serius kembali.
"Itu kemaren pas udah bel pulang geng cabe bergerombol ke lapangan futsal. Gue kira kenapa! Tapi yang terjadiiiii..."
Jeda lama, fira menarik nafas panjang. Akupun semakin penasaran. Namun selanjutnya yang terjadi fira memotong motong bakso berukuran agak besar dimangkoknya itu dan mengunyahnya kembali lalu meminum jusnya dengan santai. Aku tercengang. Alih alih yang tadinya aku penasaran setengah mati sekarang kesel setengah mati.

"Hahaha! Jan gitu lah mel!, sumpah Ekspresi lo kek mules gitu. Gak sedap dioandang"

Aku hanya memandangnya datar.

"Hehehe, itu mel si dara......"


TBC

👸Incess kembali lagi😱

Because You!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang