"Akhirnya kita selesai ya ujiannya... Dan sekarang, kita ada di hari ini! Hari masa-masa classmeet!" kata Nabilah tersenyum senang.
Aku, Beby dan Nabilah sedang duduk-duduk dengan tenang di dekat lapangan. Menonton pertandingan basket antarkelas cukup menyenangkan, well sebenarnya yg kumau hanyalah duduk bersama sahabat-sahabatku ini.
Oh ya, jadi lupa memperkenalkan diri. Aku Stella Cornelia, kelas 2-B SMA48. Aku dekat dengan Beby dan Nabilah, namun lebih dekat dengan Beby karena Nabilah lebih seperti orang yang bersahabat dengan semuanya. Ya, dia memang anak yang manis dan lucu, si kelinci yang apa adanya.
PRIIIIT! bunyi peluit yang nyaring menandakan usainya pertandingan ini.
"Well pertandingan berakhir dengan kemenangan kelas 10-C! Selamaaat!" kata Cindy dengan mic ditengah lapangan.
"Pertandingan selanjutnya adalah pertandingan kelas 11-A melawan kelas 11-B! Semuanya harap bersiap ya! Pertandingan dimulai 5 menit lagi" katanya lalu menaruh mic di atas meja dan terlihat berkoordinasi dengan OSIS lainnya.
"Ayo kita harus semangatin mereka! Kita teriak darisini!" kata Nabilah dengan semangat dan senyuman khasnya.
Tak lama, para pemain basket dari masing-masing kelas pun berkumpul.
PRIT! pertandingan dimulai dengan diiringi sorakan meriah, terutama dari supporter tiap kelas.
"Eleven B! Eleven B!" teriak Nabilah dengan semangat.
"Ganbatte 11-B!" teriak Beby tak kalah semangat.
Tak lama, pertandingan berakhir dengan kemenangan 11-B. Nabilah sudah kegirangan dan melompat-lompat. Beby tak berhenti tersenyum bahagia. Dan yang dilakukan olehku, hanya tetap duduk tenang menikmati angin yang bersemilir.
"Happy banget sih? Beby, kamu liat gk siapa kapten basket kita tadi? Hans kan? Kamu bukannya sebel malah seneng" kataku dengan acuh.
"Aku udh maafin dia dan udh lama damai kali Stel. Tanpa kejadian itu aku gk bisa jadian sama Ciko kan?" kata Beby masih dengan senyumnya.
"Well ada yang ngomongin aku ternyata" kata seseorang yang tiba-tiba saja muncul di belakang kami.
"Hans, apa urusanmu di sini?" kataku sambil berdiri dengan tatapan tajam.
"Tadinya ingin membicarakan mengenai ketua club dance baru bersama Beby. Tapi sepertinya aku akan meluangkan waktuku sebentar untuk berbicara denganmu" katanya dengan seringai menjijikan.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanyaku dengan dingin.
"Mengapa kau terlihat membenciku dan tidak senang dengan kemenangan kelasmu sendiri?" tanyanya dengan sedikit penasaran.
"Kemenangan itu sama sekali tidak penting. Lagipula itu baru semi-final. Aku membencimu jelas karna sifat culasmu, puas?" kataku dan berbalik hendak berjalan pergi. Tetapi sebelum sempat pergi, lelaki itu menahan tanganku.
"Ingat satu hal, aku akan membuatmu tidak membenciku dan berbalik mencintaiku, bertekuk lutut dihadapanku" katanya dengan nada yakin dan arrogant.
"Teruslah bermimpi, ular licik" kataku sambil melepaskan tanganku darinya dan pergi. Beby dan Nabilah hanya mematung disitu.
Aku berjalan masuk ke kelas. Hanya ada segelintir murid di sana, mereka sedang mengobrol entah apa omongannya. Prediksiku mengatakan mereka malas dengan cuaca terik di luar, jadi hanya ngadem di kelas.
Aku menduduki kursiku sambil terus memikirkan kata-kata si licik itu.
Ingat satu hal, aku akan membuatmu tidak membenciku dan berbalik mencintaiku, bertekuk lutut dihadapanku

KAMU SEDANG MEMBACA
JKT48 Love Book
Teen FictionKumpulan kisah kasih member JKT48. Mulai dari Akicha yg pindah ke Indonesia, menemukan teman-teman dan sahabat baru, sampai cerita member JKT48 lainnya! Check it out!