Sarah Evans

113 10 0
                                    

Sarah menutup novelnya dengan kecewa, setelah berhasil membaca di bagian pertama dia tidak berniat untuk melanjutkan.

Semuanya selalu saja tentang si cantik dan si tampan, si penurut dan pembangkang, si sempurna yang memiliki segalanya dan memiliki akhir yang bahagia.
Sarah merengut kesal. Menjatuhkan kepalanya pada meja belajar dengan putus asa. Tidak adakah  si biasa-biasa saja---tidak cantik dapat hidup bahagia dan dihargai? Atau mendapatkan si tampan, mungkin?

Tanpa sadar air matanya menetes. Satu, ya dia cukup minta satu saja, di hargai, dia ingin merasa di hargai, tidak diremehkan.

Sarah menegakan punggungnya, baru sadar dia terlalu sensitif, dia menggeleng dengan kuat, mulutnya mulai membicarakan mantra. Mantra yang membuatnya dapat percaya diri

Satu

Dua

Tiga

Aku cantik, aku akan sukses, dan yang terpenting, jangan pernah bandingkan dirimu dengan orang lain, Sarah.

Ucapnya mantap, berusaha menarik ujung bibirnya untuk tersenyum. Melihat secercah harapannya pada masa depan, walau yang dilihatnya saat ini hanya keadaan kamar yang gelap gulita berbau lembap.

❄❄❄

Mrs.JohnsonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang