Menduri merekat dalam dada
Para perwira menjerit menangis
Bernostalgia, akan pelangi lalu
Dan hias bintang usai pergulatan
Rumput menunduk layu
Gunung bermuram durja
Langit berduka kelabu
Menangis membanjiri Pertiwi
Lihatlah, para serdadu itu
Serupa darah menyelimuti badan
Menyangkak bulu sarat resah
Maut berkacak pinggang padanya
Allahu akbar Allahu akbar
Ada apa? Mengapa?
Segenap bangkit dari runtuh
Mencampak cemas dalam sukma
Tak seram pada maut juga
Itu dia..
Nyalakan api semangat kesatuan
Kibarkan bendera kejayaan
Hanya seperdetik mereka rubuh di tanganMu
Hanya ditanganMu pemasti makmur nya pertiwi
Hanya ditanganMu pula musnahnya nusantara
KAMU SEDANG MEMBACA
Relung hatiku
PoesíaKumpulan puisi tentang curahan hati dari relung hati yang terdalam dari seseorang gadis sederhana Rank #267 Puisicinta (26/04/2020) #199 Puisicinta (28/04/2020) #104 puisicinta (01/05/2020) #43 puisicinta (03/05/2020) #86 Puisicinta (04/05/2020) #56...
