"Rin! Stop! Sumpah aku gak tahan lagi!! Huh.. huhhh.." Ucap Tania sambil mengatur nafasnya
"Ayolah Tan! Si mesum itu akan menangkap ku nanti...!" Kataku panik pada Tania yang sedang meletakkan kedua tangannya di lutut
"Apa kau ingin melihatku mati kehabisan nafas ?!" Keluh Tania
"Ayo kita cari tempat sembunyi!" Ajak ku
Dengan sigap aku langsung menarik tangan Tania.
Aku celingak-celinguk mencari tempat bersembunyi.
Aku melihat Sesil dan Roy sedang berbincang di tembok dekat parit gerbang universitas.
Aku langsung menarik Tania lagi dan menghampiri mereka.
Beberapa orang tidak sengaja kami tabrak karena suasana sedang ramai akibat jam kuliah sudah selesai.
"Hay!" Ucapku menyapa Sesil dan Roy
"Oh.. hay Airine" Sahut mereka
"Boleh aku minta tolong sesuatu?" Ucapku berharap
"Ada apa?" Tanya Sesil
"Bisakah kau menolongku dan Tania dari kejaran cowok mesum?"
"Rin.. sudahlah,biar aku menghadapi dia" Ucap Tania menatap mataku
"Aku mohon.." Ucapku lagi pada Sesil dan Roy sambil mengabaikan Tania
"Apa yang bisa kami lakukan?" Tanya Sesil
"Kami akan bersembunyi dibalik semak-semak pinggiran parit itu"
"A.. apaa?" Ucap Tania terkejut
"Apa itu tidak terlalu berresiko ?" Tanya Roy
"Tidak akan.. Kami akan bersembunyi dengan hati-hati" Ucapku yakin
"Rin.. bagaimana kalau kita jatuh ke parit nanti?" Tanya Tania panik
"Sudahlah, kau diam saja" Ucapku
"Sil, Roy.. jika ada seorang pria tinggi dengan jas dan berpenampilan kantoran bertanya dimana kami, tolong jawab kalau kami sudah berlari ke arah jalan raya ya"
"Baiklah.." Ucap mereka disertai senyuman
"Ayo!" Ajak ku pada Tania
Kami pun berjalan di pinggiran parit untuk bersembunyi dibalik semak-semaknya.
Sebenarnya bukan hanya Tania, tapi akupun juga takut kalau nanti kami jatuh ke parit. Aku membayangkan bagaimana ekspresi wajah para slut sialan di kampus ini melihat kami berlumur comberan.
Aku langsung jongkok dan Tania mengikuti apa yang ku lakukan.
"Kenapa harus disini sih Rin?"
"Sssstt.. diamlah! Nanti ketahuan" Kataku Panik
--
Kami mengintip dari balik semak-semak ini. Kulihat belum ada tanda-tanda si bajingan itu lewat.
Tiba-tiba seseorang yang ku hindari keluar dari gerbang dengan tampang kesal. Ku lihat dia ngos-ngosan akibat berlari dan menoleh kesana-kemari. Dia pun merapikan pakaiannya, dan bertanya pada mahasiswa dan mahasiswi yang lewat.
Dapat ku lihat para bitch memperhatikan si bajingan itu dengan tatapan memuja.
Para bitch yang diajak ngomong olehnya mengeluarkan tatapan genit dan senyum menjijikkan.
Sungguh murahan mereka!
Tiba saatnya dia mendatangi Sesil dan Roy yang berada tidak jauh dari kami.
KAMU SEDANG MEMBACA
You're Such a Devil
Storie d'amoreApa yang akan kau lakukan jika ada seorang pria yang baru di temui tiba-tiba bersikap seperti kalian sudah kenal lama ? Apa yang akan kau lakukan jika diam-diam dia selalu memantau pergerakan mu ? Apa yang akan kau lakukan jika segala aktivitasm...
