Singgah

210 3 0
                                        

Setelah lelah berlayar, apakah memang tidak bisa kita paksakan ke mana rindu berlabuh?

Seperti kapal, rindu hanya berlabuh ketika butuh
di sudut-sudut nyaman kayu
Tak gelisah pada riak,
tak kisah pada ombak

Atau,
rindu bukan juga kapal:
yg mau-mauan dipaksa singgah pada sembarang pacak
rindu tak mengenal sebentar,
yang ia tahu cuma labuh
baik sebagai si utuh
atau sibutuh

Mari,
sebagai orang-orang di kapal yang salah
kita lawan ombak keharusan
kita selesaikan dahaga kehausan

dan andai rindu adalah rumah
barangkali kita tetangga...


Menjadi BalitaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang