Gemintang enggan melongok jendela kamar
Selimut mendung gelayut samar
Kokoh hatimu menanti rembulan
Sekedar bersama habiskan penderitaan
Sampai batas embun menitik waktu
Masih saja menatap harap tanpa jemu
Kali ini kau sandarkan percik mentari menghangatkan
Merubah penantian panjangmu menjadi kenyataan
Tak menyangka mendung masih saja serakah
Menjalar seluruh waktu segala arah
Lalu embun di dedaunan tersapu gerimis
Tak kusalahkan jika engkau lantas menangis
Dari malam kemalam
Waktu ke waktu
Begitu kelam
Terbunuh jemu...
