Sekali sekali dengar suara mereka
Hamba hamba yang tak bermulut, tak mampu berkata
Patuh pada takdir, tak pernah mencibir
Menerima nasib secara gaib
Tetesannya bagaikan kata kata tanpa makna
Akibat tuli pertapa dunia, melakon manusia
Saat jiwanya tenang, maka terabaian
Lalu ngamuk kita tuduh tak berperasaan
Wahai yang berakal
Jiwa tersengal, dangkal
Renungkan ketika surya enggan bercerita
Tentang kehangatan dan rasa cinta
Waktupun menjadi begitu rahasia
