Chapter 1 - Terlambat

55 7 6
                                        

"Pa, aku permisi mau ke sekolah, ya,"

"Diam kamu! Aku mau tidur!!" Bentak ayahnya.

"Maaf, Pa, makanan papa sudah aku sediakan di meja, ya, Pa,"

"Keluar!"

Tersentak, Stephanie langsung menutup pintu dengan kepala tertunduk.

Setetes air mata mengalir dari matanya. Ia langsung mengusap air matanya lalu berangkat ke sekolah.

🥀🥀🥀

Brak. Brak. Brak.

"Stephenson!"

Lagi-lagi hanya suara wanita paruh baya itu yang menggema di rumah hampa dan kaku ini.

"Pa! Papa!" Teriak wanita itu

"Ada apa, Ma?" Tanya lelaki tersebut.

"Ini Pa, Stephen! Sudah setengah jam Mama menggedor-gedor pintunya tapi ia tidak menjawab juga,"

"Astaga, Stephenson!" Teriak papanya kepada pintu yang berwarna biru langit itu.

Braak.

Akhirnya pintu tersebut terbuka dan tidak ada orang di kamar yang tersusun rapi, dan tidak menyisakan jejak apa-apa.

Ternyata jendela kamarnya terbuka. Secara logis, Stephen kabur melalui jendela di balkon.

"Stephen!" Teriak ibunya dari balkon.

Demi apalah, Stephen menjadi begini..

Seringainya mengembang saat mendengar teriakan ibunya, dengan gas yang tertancap, sepeda motor Stephen melaju ke sekolah.

🥀🥀🥀

Stephanie seperti biasa akan membaca buku setebal ensiklopedia di bus dan menghiraukan segala keributan di dalamnya.

Saat sedang seriusnya, tiba-tiba pengemudi bus merem bus nya dan membuat seluruh penumpang bersorak latah.

Kecuali Stephanie.

Ia hanya terdiam dan sebal karena sesuatu telah mengganggu jam membacanya.

Lain dari jam membaca yang terganggu, sesuatu itu telah membuat Stephanie terlambat.

Ia tak tahan lagi, segera Stephanie membayar ongkos nya dan keluar dari bus tersebut.

Saat ia keluar dari bus tersebut, amarah Stephanie melonjak.

Ternyata sesuatu yang telah menghancurkan hari Stephanie adalah Sang Bintang Sekolahnya.

Stephenson.

Sebenarnya Stephanie tidak peduli dengannya, tapi Stephenson telah membuat kesabaran Stephanie terkuras habis.

Stephanie lalu mendekati Stephenson yang sedang heboh berdebat dengan seorang ibu-ibu.

"Permisi, maafkan saya jika mengganggu. Stephen, Kamu ngapain sih?" Potong Stephanie dingin.

"Lo.. Stephanie si juara 1 umum dari kelas 10 IPA 1?" Tanya Stephen terkejut.

"Lo kok masih ada disini?" Tanya Stephen lagi.

"Itu karena kamu! Kamu telah mengganggu jam membaca dan membuat ku terlambat!" Sontak Stephanie dengan kepala tertunduk.

Stephanie & StephenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang