Chapter 2 - Pedih Gak?

33 5 6
                                        

Hari ini seluruh siswa SMA Harapan Bangsa digemparkan oleh sang bintang sekolah, Stephen.

Stephen,
He has everything
Sayangnya,
He is a Bad Boy.

Dan perkelahiannya dengan Zach menjadi tontonan para siswa.

Stephanie, seperti biasa, tidak peduli dan meneruskan pekerjaannya. Lebih baik ia menyelesaikan tugas nya daripada menonton perkelahian yang hanya menghabiskan waktu.

Teriakan para siswa membuat Stephanie menutup pintu ruang BK dengan keras.

Setelah hening, Stephanie akhirnya bisa bernafas lega.

"Permisi Bu, tadi saya melihat perkelahian di lapangan sekolah,"

"Apa?! Berani-beraninya!!"

Ibu Mawar, sang Guru BK tersentak dan segera pergi melewati Stephanie dengan membawa penggaris rotan yang panjang.

Setelah membanting pintu, akhirnya Stephanie sendiri dan dapat tenang.

"Fights? Why do I even want to care?" Stephanie menyengir licik.

Lalu ia pergi ke ruangan dimana ia harus bertugas.

🥀🥀🥀

"APA MAU LO?!"

Kepalan tangannya mengenai rahang Zach.

Walaupun Stephen sendiri sudah ternodai darah, ia masih bertahan dan melanjutkan perkelahian mereka.

Saat Zach ingin membalas Stephen, segala sorakan berhenti seketika.

Tap tap tap

Hanya suara hentakan kaki wanita paruh baya itu yang menggema di seluruh lapangan sekolah.

"STEPHENSON! ZACHEUS!" Serunya.

"Kalian berdua ikut ke ruang BK!"

"Dan kalian semua, KEMBALI KE KELAS!"

Tanpa menunggu lama, mereka berdua berjalan mengikuti Ibu Mawar yang mungkin sekarang mukanya bagaikan kepiting rebus.

Setelah mereka berlalu, semua siswa lari berbondong-bondong masuk ke kelasnya masing-masing.

🥀🥀🥀

Brak

"Jelaskan kepada saya mengapa kalian berantam!" Pekiknya disertai hantaman meja.

"Yaelah, biasalah Bu. Dia nganggap gue rival abadi soalnya dia merasa kalo gue lebih hebat daripada dia," jawab Stephen remeh.

"Dih, Lo yang merebut prestasi gue duluan. Karena Lo cemburu sama gue," balas Zach.

Merasa waktunya sia-sia, Ibu Mawar pun memotong debat mereka itu.

"Jika saya mendengar kalau kalian berantam lagi, kalian akan diskors 1 bulan!"

"Sekarang kalian pergi ke UKS, lalu kembali ke kelas," perintah nya.

🥀🥀🥀

Pintu terbuka dengan kasar membuat Stephanie menoleh ke belakang.

Hebat.

Ada Stephen dan Zach.

"Lo ngapain di sini?" Tanya Stephen.

"Aku sedang bertugas, ada apa?" tanya nya balik.

"Yaudah, nih, cepat, obati gue," perintah Stephen.

Stephanie hanya menatap nya lalu mengambil kotak P3K.

"Fel, tolong tangani Zach," Kata Stephanie kepada gorden putih yang menutupi tempat tidur.

Gorden tersebut terbuka dan menampakkan Feli yang juga sedang bertugas.

Feli lalu menghampiri Zach dan berusaha untuk mengobati nya.

Stephanie lalu beralih kepada Stephen.

Ia kemudian menuangkan alkohol ke selembar kapas dan membersihkan luka Stephen.

"Pedih gak?" Tanya Stephanie.

"Enggak, ketimbang ini, hidup gue lebih pedih," Jawab nya.

Terjadi keheningan beberapa saat.

"Nih, sudah selesai," Kata Stephanie sambil menempelkan perban terakhir.

Stephen lalu berdiri dari tempat tidur dan menepuk pundak Stephanie dan menatap nya.

"Makasih,"

Dan Stephen pun berlalu, meninggalkan Stephanie yang berusaha untuk menahan perasaannya.

🥀🥀🥀

Stephanie & StephenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang