Are You Okay?

18 3 7
                                    

Belakangan sikap Renata memang berubah. Lebih pendiam, dan suka menyendiri. Apa ada hubungannya dengan Lilo mantannya yang temperamen itu? Entahlah.

"Kau masih ada kelas Renata? Kenapa belum pulang ke kost?" tanyaku saat kulihat dia masih duduk di taman kampus sendiri. Renata menatapku tajam, tak bicara sepatah katapun.

Kemudian dia memalingkan muka seolah mengingat sesuatu. "Marvel mencarimu" ucapnya singkat, langsung berdiri dan pergi meninggalkanku.

Aku sudah sampai di rumah, sebentar lagi Marvel datang. Kami akan mengerjakan tugas paper statistik. Aah, karena lapar aku titip Marvel saja minta tolong dibelikan sate ayam khas Ponorogo. Kukirim pesan WA dan selesai.

Sambil menunggu, kusiapkan buku-buku dan cemilan. Hujan turun sangat deras di luar, anginpun berhembus kencang. Aku kawatir akan kondisi Marvel. Kutelepon dia, tidak diangkat, mungkin sedang dalam perjalanan.

Iseng kutelepon Renata, oh, tidak aktif. Di mana dia?

Suara geluduk mengejutkanku, kusadari rumah kost ini sepi. Mungkin hanya ada Bibik di rumah belakang, dan teman-teman belum pulang semua. Langit menggelap, dan suasana petang mulai temaram.

Teeeet! Bel rumah berbunyi. Jantungku berdegup kencang, pasti Marvel. Segera kubuka pintu rumah. Deg, "Renata?"

Tampak Renata basah kuyup, sambil membawa bungkusan sate ayam khas Ponorogo.

#fffkamaksara
#Day10
#Sate

Food Flash FictionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang