"Kau bisa, jangan menyerah semudah itu"
°°°
Kututup telfonnya.
Hari ini, Park Jimin dan Grupnya menggelar konser ke-6 dari world tour-nya
Seperti biasa, seperti masternim pada umumnya- kita selalu menyimpan dulu lensa, ditempat yang selalu dipertanyakan orang orang.
Biasanya fansite fansite besar selalu menyebar beberapa jam sebelum konser, untuk menjual beberapa goodies yang mereka jual.
°°°
"Turunkan lensamu, masternim bodoh!"
Aku melirik, sering sekali kejadian ini berulang pada beberapa masternim yang sedang menjalankan tugasnya.
Biasanya mereka berteriak karna sang masternim yang kurang sopan dengan attitudenya.
Dengan hati hati ku keluarkan lensa baruku dari tas.
Memegangnya dengan nyaman, dan mulai fokus pada objekku-
Park Jimin.
Sudah beberapa minggu aku tak melihat performensnya dipanggung, hanya dalam fanmeet atau interview saja terakhir.
Beberapa kali kudengar security menegur orang orang yang memegang kamera didepanku, sulit memang jika di eropa.
Dorongan, sikut menyikut, menginjak kaki, semuanya masih kurasakan. Terlalu sesak, kurasa.
Tidak terasa, 2 jam berlalu, dengan kamera di tanganku.
Tibatiba, semburan api menerjap keluar.
Berhasil kudapat.
Kerja bagus, Park jimin.
![]()
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain. ©offthedeepend
°°°
/to·be·continue/

KAMU SEDANG MEMBACA
Meine Augen ; pjm
القصة القصيرة[short chap] Mataku tidak berbinar, tidak memiliki bulu mata yang lentik, dan tidak menarik. Tapi dengan flash, dan berada dibalik lensa. Bolehkah aku merasa mataku indah? Setidaknya, sekali saja. ❝Kau cantik, mana mungkin aku melupakanmu ❞