"Jangan brutal didepan si jimin itu, walau aku tau ini fansign pertamamu"
°°°
Kau pasti bisa menebaknya, namaku tertulis dalam list. Jihyun yang memberi tahuku, pesan bertulis "selamat bertemu park jimin" dan sebuah foto dikirimnya.
Sudah pasti, lompatan kasur tak bisa menjadi pelampiasan kebahagiaanku kali ini.
Let me tell you how it's gonna be.
°°°
Pagi ini, terasa sama— Seoul dipagi hari memang sibuk, orang orang berlalu lalang dengan kesibukkannya masing masing.
Harum roti panggang di toko depan flatku menambah manis hari ini.
Kemarin sore, aku baru saja mendapat izin dari dokter untuk pulang.
Dokter mengizinkannya.
°°°Suara jepretan kamera memenuhi ruangan ini.
Flash kamera yang beberapa kali menerjap ke panggung membuatku pusing.
Belum lagi dengan banyaknya orang yang memintaku untuk pindah, karna aku berada dibarisan paling depan.
Mereka yang memintaku pindah beralasan.
"Aku ini pemilik fansite besar, nona. Kau harus tau itu!" Tegasnya, dengan tangan dipinggang.
Aku tersenyum melihatnya, master-nim yang cantik. "Aku mengerti, tapi bukankah disini kita sama? Aku ARMY dan kau ARMY. Yang membedakan hanya keberuntungan hari ini." balasku.
Jujur, aku mengenalnya. Fansite besar Jungkook yang sangat amat terkenal. Bukan hanya karna potretnya yang sangat stabil dan angel yang sempurna, masa lalu fansitenya yang tidak terlalu baik menurutku.
"Baiklah, terserah" ucapnya, mengalah.
°°°
Tenang!
Park Yein!
Kau sering melihatnya!
Dilensa kamera.
Jimin duduk dikursi terakhir, bersebelahan dengan Taehyung.

KAMU SEDANG MEMBACA
Meine Augen ; pjm
Short Story[short chap] Mataku tidak berbinar, tidak memiliki bulu mata yang lentik, dan tidak menarik. Tapi dengan flash, dan berada dibalik lensa. Bolehkah aku merasa mataku indah? Setidaknya, sekali saja. ❝Kau cantik, mana mungkin aku melupakanmu ❞