menuju 5 jam - menit ke 10

4.4K 789 97
                                        

"Tadi siapa yang nelpon?"

"Temen saya."

"Ooo."

"Kenapa nanya?"

"Nanya aja. Nggak boleh?"

"Boleh."

"Jalen, mau tau nama gue nggak?"

"Iya."

"Nama gue Kineta."

"Kineta?"

"Iya."

"Nama kakak kamu Alfa, bukan?"

"Hah? Kok tau?"

"Kamu abis ditolak, kan?"

"Lho, kok tau lagi?"

"Yang kamu suka itu Daffa?"

"Lo cenayang ya!?"

"Lah, barusan yang nelpon saya itu Daffa. Dia tadi curhat, kalo dia lega karena Kineta-Kineta itu udah nggak ngejar lagi."

"Idih, najis, sok ganteng amat itu orang dah. Sori, gue juga nggak pernah ngejar dia, capek kali, gue cuma ngintilin dia. Eh, tunggu, terus lo tau kakak gue dari mana?"

"Saya, Daffa sama Alfa itu satu kos. Saya tau Alfa punya adik, dia kadang suka cerita, tapi saya cuma tau nama aja."

"Kasian ya."

"Udahlah, nggak usah kasian sama gue. Udah kebal juga ditolak sama kecengan."

"Bukan kamu, tapi Daffa."

"HEH! Kok jadi dia yang lo kasianin sih?!"

"Ya kasianlah sama dia. Masa dia malah lega sih nggak dikejar sama kamu lagi? Saya aja baru kenal beberapa jam tertarik sama kamu."

"..."

"Ini di kereta ada penghuni dunia lain nggak sih? Jalen, jiwa lo masih di dalem tubuh lo, kan?"

Escape PlansTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang