Bab 7

188 22 23
                                        

Kok wattpad error? Saya sampe publish empat kalo loh part ini tapi di work saya tulisannya blm di publish sedangkan ada pemberitahuan votes dan comments bab ini :/

"Jadi kau dipecat?" Josephine melirik Skye dengan takjub. Pasalnya, dia tetap anteng-anteng saja kendati dia sudah dipecat dari hotel bintang lima berlian!

Josephine hanya tidak tahu saja jika didalam wajah tenangnya tersimpan badai halilintar dan tornado yang menyerbunya kemudian memporak porandakan dirinya.

Mana ada orang yang habis dipecat dari tempat kerja yang sangat bagus dan diincar oleh semua orang tapi masih tenang-tenang saja?

Skye menyeruput coklat panasnya, "masih ada banyak hotel berbintang yang lebih bagus dari sebelumnya dan pasti mau menerimaku."

"Kau yakin sekali, ya?" Josephine mendengus, "kau dipecat, Skye. DIPECAT. Kalau kau melamar pekerjaan, kau pasti akan ditanya mengapa kau dipecat? Kau tidak bisa berkutik lagi!"

Skye menggeram, "bisakah kau memberiku semangat?! Apakah kemampuanmu hanya mencibir? Tidak bisakah kau memberikan semangat bahkan kepada sahabatmu sendiri?" tanyanya berapi-api. Napasnya sedikit tersengal karena berusaha menahan gejolak amarah yang sedari tadi ia pendam.

Skye tahu dipecat karena melupakan manner sedangkan dia hanya memiliki kemampuan dibidang perhotelan yang mengharuskan setiap pekerjanya memiliki kelakuan yang baik adalah hal yang memalukan.

Skye mengusap wajahnya frustasi.

"Ma'afkan aku. Tapi aku hanya berusaha membuatmu membuka mata jika-Kygo disini!" mata Josephine membelalak sempurna.

"What do you mean?" Skye menatap bingung Josephine yang juga menatapnya dengan mata terbelalak-lebih tepatnya menatap apa yang ada dibelakang Skye.

Tiba-tiba Skye merasakan punggungnya dingin, seperti dihujami oleh tatapan dari Jeepers Creepers. Jantungnya bertalu-talu hingga hampir keluar dari peraduannya, bulu kuduknya merinding sempurna.

Perlahan, Skye menoleh kebelakang dengan gerakan slow motion, mengikuti kemana pandangan Josephine bertumpu.

Bloody fuckin' hell!

Disaat itu juga, udara seolah-olah menghilang entah kemana. Seluruh sel dan saraf Skye tiba-tiba macet, sehingga membuatnya tidak dapat bergerak. Lehernya tidak bisa ia putar kembali, Skye panik. Sekuat tenaga ia berusaha kembali menatap kedepan, tetapi lehernya kaku tidak bisa digerakkan.

Disana, Kygo berdiri di pintu masuk. Mata birunya menyorot kesepenjuru ruangan untuk mencari-cari kursi yang masih kosong, jari-jarinya ia masukkan kedalam saku celana. Dia menggunakan stelan kaos hitam dan celana hitam yang dipadukan dengan mantel coklat tua. Sepatu Nike putih hitam membalut kakinya, sedangkan topi snapback yang biasanya berada dikepalanya kali itu tidak ada. Ia menyisir rambutnya kebelakang menggunakan tangan.

'Astaga, aku mau pipis!' teriak Skye panik.

"Skye, berhenti menatapnya!" Josephine menegurnya tak kalah panik.

"I-I can't!" jawab Skye sambil berusaha memalingkan wajahnya kedepan.

"Apa maksudmu tidak bisa?" Josephine mencengkram kedua pipi Skye lalu menolehnya wajahnya dengan paksa, sehingga terdengar bunyi 'krek' yang sangat keras.

"Ouch!" ringis Skye sambil memegangu lehernya, "apakah kepalaku masih menempel dileherku?"

"Tidak, kepalamu sudah menempel dibokongmu."

Mistletoe [KYGO]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang