you're not alone

17 2 0
                                    

Seorang wanita berlari disebuah hutan mengejar seseorang yang berjalan di depannya dengan langkah yang lambat. Tapi semakin ia ingin mencapai pria itu maka anehnya pria itu akan semakin jauh dari jangkauannya. Ia ingin berhenti tapi jika ia menyerah sekarang maka orang itu akan benar-benar pergi. Tapi kemudian semuanya terasa begitu sia-sia saat pria itu menghilang tanpa gadis itu berhasil mencegahnya.

Suara ombak terdengar saling beradu satu sama lain menabrak setiap karang didekatnya dan di pinggir pantai ada seorang wanita berjalan mendekati laut tanpa peduli arus yang deras akan menyeret tubuh mungilnya. Wanita itu juga menghirup udara kuat-kuat merasakan aroma laut dan wangi bunga canola memasuki indra penciumannya.

"Yeon Woo-ya." Terdengar seseorang memanggil nama wanita itu yang mana dari suaranya terdengar begitu familiar untuk wanita itu. Tubuhnya otomatis berputar ke belakang memastikan orang yang sedang memanggilnya saat ini adalah benar orang itu.

"Yeon Woo-ya." Lagi-lagi suara itu terdengar lalu seseorang berlari kearah wanita itu dan menggenggam tangannya, mengajaknya berlari menyusuri sepanjang pantai bersama-sama. Sampai akhirnya wanita itu baru menyadari bahwa semua ini hanyalah mimpinya saat pria itu tiba-tiba menghilang untuk kesekian kalinya ketika mereka masih saling berpegangan tangan.

Joyeon membuka matanya begitu jam alarm yang ia pasang berbunyi membangunkan ia dari tidurnya yang panjang serta dari mimpi buruk yang selalu menghantuinya setiap malam. Bahkan kali ini Joyeon tidak mengerti dengan apa yang baru di mimpikannya, kenapa akhir-akhir ini ia sering bermimpi tentang wanita itu?

Siapa dia? Lalu tentang nama Yeon Woo? Siapa pula itu.....apa itu nama wanita dalam mimpinya?

Yeon Woo, nama itu terdengar tak asing saat Joyeon menyebut nama itu untuk pertama kalinya. Tapi semakin ia memikirkannya kepalanya semakin pusing dan ingatan ingatan aneh juga sering bermunculan dalam kepalanya sejak ia pulang ke rumah.

Meski 4 bulan telah berlalu dengan sangat cepat dan bahkan ia merasa lebih baik setelah keluar dari rumah sakit meskipun ada sedikit hal-hal aneh yang masih mengganggunya, tapi Joyeon tidak terlalu memikirkan hal itu. Kini ia mulai melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasanya. Tapi sepertinya ada satu hal yang terlupakan.

Tut..... Tut.... Tut....

Tak ada satupun dari kakak laki-lakinya yang mengangkat panggilannya hari ini. Apa mungkin karena mereka masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Bahkan Joyeon samapai berpikir mereka sudah melupakan hari apa ini karena tak ada satupun yang mengangkat panggilannya di telepon. Agaknya Joyeon harus merasa sedih karena hal itu.

"Ogh? Joyeon-ah."

Raut wajah gadis itu langsung berubah serta nada suaranya terdengar lebih ceria saat ia mendengar suara Key pada panggilannya. Secerca harapan muncul pada diri Joyeon. "oppa kau dimana?"

"Wae?"

Ah.... Tapi sepertinya tidak semua terlihat baik, senyum Joyeon perlahan hilang seiring dengan suara Joyeon yang semakin lirih saat berbicara dengan orang yang terhubung dengannya di telepon saat ini.

"Opsoyo." Jawab gadis itu singkat.

"Benar tidak ada?" Tanya pria itu memastikan kalau benar tidak ada yang gadis itu butuhkan karena tiba-tiba menghubunginya.

"Ogh,aku sedang sibuk sekarang bisakah kita bicara lagi nanti......aku sibuk, bisakah kau menghubungiku lagi nanti?"

"Kau sibuk?" tanya Key yang sedikit bingung dengan maksud ucapan gadis itu. "arraseo." Tak lagi bertanya atau bicara Key langsung menutup teleponnya. Hal itu membuat Joyeon kecewa, bukan hanya sedikit tapi sangat amat kecewa. Tidak ada satupun orang yang mengingat hari ini.

MelodyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang