Lanjoed gengs!
.
..
."Eh Suho! Tadi lu ngatain gue bajidul ya?" Tanya Acin.
"Iya, nggak penting amat sih tanyanya, Cin," jawab Suho di tengah-tengah frustasinya.
"Kok elu bisa tau nama bapak gue? Bajidul kan nama bapak gue, Ho," ucap Acin sambil berkedip bingung ala anak beruang kedinginan.
"Gue asal nyeplos aja tadi, lagipula di alam semesta ini yang namanya Bajidul bukan bapak elu doang kan? Tetangga gue tuh penjual kebo namanya Bajidul, di kecamatan sebelah juga ada Bajidul si tukang rongsok emas bekas dan berkarat," jelas Suho yang penjelasannya cukup tidak penting.
"Daripada elu mikirin si Bajidul-bajidul itu, mending elu mikirin cara buat nolongin Bang Kyungsoo," ucap Jongin dan disetujui oleh Acin dan Suho.
1 menit berlalu.
10 menit berlalu.
112 menit berlalu.
1123 menit berlalu.
Otak mereka sama-sama belum bekerja. Masih diam di persinggahan. Mau tak mau mereka harus menahan rasa lapar, haus, ngantuk, dan kebelet untuk menemukan cara terbaik untuk menyelamatkan Kyungsoo. Namun waktu terbuang sia-sia, sampai saat ini satupun ide dari cara terbaik tidak muncul juga.
Singkat cerita pembaca lelah menanti kemunculan Kyungsoo di permukaan cerita.
"Kalian dulu belajar fisika nggak sih?!" Tanya Suho.
"Jangan salah dulu gue lahirannya di laboratorium fisika, emak gue dulu asisten profesor fisika. Sepertinya gue item gini gara-gara pas gue lahir bersamaan dengan meledaknya aliran listrik yang terputus mengenai aliran listrik apa ya entah gue gak tau, terus mereka berantem hingga menimbulkan ledakan yang cukup dahsyat. Kulit bayi kan halus dan kenyal banget tuh ya, asap hitam dari ledakan listrik itu diserap oleh kulit mulus halus gue waktu itu. Kata emak gue sih gitu," ungkap Jongin tentang sejarahnya. Acin dan Suho mangut-mangut mengerti akan keadaan Jongin.
"Kalau gue fisika dulu dapat peringkat dua belas dari dua belas anak yang ada di angkatan sekolah gue yang jurusannya ada fisikanya, hehe," ucap Acin jujur.
"Yang sabar ya kalian berdua. Gue paham kok apa yang dirasakan kalian, sini-sini gue peluk, uhhhh," kata Suho sambil merangkul Acin dan Jongin.
Kok malah jadi dramatis gini ya?
Inget Kyungsoo woi!!
"Aha! Gue ada ide, Ho!" Ucap Acin, sekelebat ide ajaib baru saja terlintas di otak Acin.
"Apa?"
"Mobil lipat lu ada berapa?" Tanya Acin.
"Dua ratus yang di rumah, sisanya mobil eksklusif semua. Kenapa?"
"Nah, berhubung mobil lu bejibun sangat. Gimana kalau mobil yang itu diremes biar Kyungsoo bisa keluar tanpa harus bongkar mesinnya? Lagipula di sini nggak ada alat yang mendukung untuk bongkar pasang mesin. Itu sih saran gue, kalau kalian setuju, terutama elu Ho," Suho menimang-nimang ide Acin, menurutnya ide Acin tidak terlalu elit untuk dilakukan.
"Boleh. Gue setuju, Cin. Gue juga ada saran nih," ucap Jongin.
"Apa?" Tanya Acin dan Suho bersamaan.
"Saran gue, Suho harus setuju
Hehehe.""Ye minta ditampol lu? Gue kira saran lu lebih cemerlang," Kata Acin.
"Ya maaf, ayolah Hyung elu kudu setuju," bujuk Jongin, Suho tengah berpikir keras. Sekeras hati doi yang sulit untuk diluluhkan, aw.
"Boleh deh. Gimana caranya, Cin?"
"Bentar. Elu udah mengikhlaskan mobil lu yang ini kan? Kuncinya elu emang harus ikhlas, Ho."
"Iye iye dengan lapang dada gue sangat ikhlas."
Acin dan Jongin sama-sama mengacungkan kedua jempol. Jadi Suho mendapat empat jempol.
"Mantap. Biar gue yang ngurus," ucap Acin dengan percaya diri. Acin sedang meremes mobil lipat Suho dengan hati-hati, agar Kyungsoo tidak semakin tercepit. Mobil lipat Suho menjadi bentuk yang tidak terdefinisikan. Pastinya mobil itu layak masuk ke tong sampah, karena tidak layak untuk digunakan kembali. Masalah bagaimana Kyungsoo bisa keluar, hanya Acin saja yang tau.
Bagi yang penasaran bagaimana cara Acin mengeluarkan Kyungsoo yang terjepit di mesin mobil Suho, bisa kalian tanyakan di sesi Q&A pada part paling akhir. See ya!
"Syukurlah Kyungsoo bisa selamat. Woi! Bangun!" Suho menggoyang-goyangkan tubuh Kyungsoo yang sedang tidak sadarkan diri.
"Berat juga tuh manusia," ucap Acin dengan berliter-liter keringat di tubuhnya.
"Bang Kyungsoo! Bangun dong, jangan bikin panik," ucap Jongin sembari menepuk-nepuk pipi gemay Kyungsoo.
Acin, Jongin, dan Suho berusaha sepandai mungkin untuk membangunkan Kyungsoo. Berbagai macam cara telah mereka lakukan, mulai dari membaui dengan sepatu bau mereka, memberi aroma dari tumbuhan cengkih yang ada di sekitar mereka, menggelitiki tubuh Kyungsoo, dan masih banyak lagi. Namun semuanya sia-sia karena Kyungsoo tak kunjung siluman. Eh siuman maksudnya.
"Ngabisin tenaga dan waktu," ucap Acin.
"Tunggu aja lah biar bangun sendiri," sambung Jongin.
Setelah sepersekian detik kemudian Kyungsoo terbangun dengan sendirinya.
"Dimana aku?" Tanya Kyungsoo tiba-tiba, membuat Acin, Jongin, dan Suho terkejoet tapi tidak terlalu berlebihan.
.
.
.
.
.
.
.SEKALI LAGI PESAN DARI CINCAU, JANGAN TERSINGGUNG DENGAN ISI CERITA YA. KARENA ITU BERTUJUAN UNTUK MENGHIBUR PARA READER.
PLEASE KINDLY GIMME VOTES AND COMMENTS.
SEE YA!
Tbc

KAMU SEDANG MEMBACA
The Legend of Anyeol & Acin
Humor#587 (26 Jan 2018) #583 (28 Jan 2018) #956 (29 Jan 2018) #688 (3 Feb 2018) #712 (5 Feb 2018) #433 (11 Feb 2018) #939 (12 Feb 2018) #751 (14 Feb 2018) THE LEGEND OF ANYEOL & ACIN Original Story by SKH (temen gue) Gue udah dapet ijin kok buat ngepost...