Vacation #1

338 27 13
                                        

"Cium appa dulu!"
Kim Myungsoo memajukan bibirnya di depan wajah anak laki-lakinya, memaksa Seojun mengecupnya cepat.

"Kau juga." Kali ini giliran Sungjong. Myungsoo menatap lelaki cantik itu dalam, kedua lengannya mengitari pinggang rampingnya. "Beri aku ciuman. Di sini." Tangannya menunjuk bibirnya.

"Appa pergi!" Belum sempat ia mendapatkan ciuman, Seojun buru-buru menjauhkan wajah sang ayah dengan tangan mungilnya. "Eomma punya Seojunnie." Ujarnya posesif sambil mengeratkan pelukannya pada leher Sungjong.

"Appa ayo berangkat!" Kali ini gangguan datang dari puteri kecilnya. Soojung yang sudah terduduk di kursi penumpang mengeluarkan kepalanya melalui kaca mobil yang terbuka. Raut wajahnya kesal, manik cokelatnya menatap Myungsoo sebal.

"Aku tidak mau terlambat. Nanti aku tidak sempat bermain dengan Jaewon, Soo-ah, Hyeji, Minhyun, Dongshin, Tae-oh, Hyemi, Ra-on dan Seonmi." Omelnya sambil menyebutkan semua nama teman baiknya di sekolah.

"Baiklah…baiklah!" Myungsoo menurut sembari melayangkan kecupan kilat di pipi Sungjong.

Tangannya telah membuka pintu kemudi, saat tubuhnya tiba-tiba berhenti bergerak. Mata elangnya memandangi tubuh istrinya dari atas ke bawah, membuat Sungjong menatapnya heran.

"Sayang, kenapa pakaianmu minim sekali?"

Sungjong memang hanya memakai baju tipis lengan pendek dan celana super pendek yang tertutup bagian bawah bajunya, membuat paha mulus dan kaki jenjangnya terpampang indah.

"Hyung, ini musim panas. Apa kau berharap aku akan memakai parka tebal?"

Myungsoo lantas mendesis sembari melepaskan jas hitamnya. Ia mengikatkan kain itu di pinggang Sungjong, menggunakannya untuk menutupi kakinya sedikit.

"Sekarang lebih baik. Besok jangan terlalu memakai pakaian minim di Jeju. Jangan memakai celana pendek di pantai, pilihlah baju yang berbahan tebal. Ara?!"

Sungjong hanya menghela napas dan memutar bola matanya. Suaminya ini sangat kekanak-kanakan. Apa ia pikir Jeju sedang diselimuti salju? Lagipula siapa yang ke pantai dengan pakaian tebal?

"Sudah sana pergi. Nanti terlambat." Ujarnya sembari mendorong punggung suaminya, memaksanya memasuki mobil.

***

"Appa!"
Myungsoo hanya menggumam, kedua matanya masih menatap jalanan malas, tangannya mencengkeram kemudi dengan kesal.

Jalanan mulai padat pagi ini, memaksa mobilnya bergerak selambat siput.
Ah... pagi-pagi sudah membuat moodnya memburuk.

"Nanti bagaimana jika kita berkunjung ke rumah Sunggyu-ahjussi? Aku ingin bermain dengan Sunghee eonni." Soojung melanjutkan, kedua manik besarnya menatap ayahnya penuh harap.

Myungsoo memalingkan wajahnya sejenak, bibirnya mengulas senyum. "Tapi mungkin appa akan pulang terlambat malam ini. Bagaimana kalau besok?"

"Appa pulang terlambat? Lalu siapa yang akan menemaniku dan Seojun? Apa aku akan sendirian di rumah. Nenek Jang akan pulang, eomma kan juga akan pergi sore ini."

Astaga benar. Ia lupa. Sungjong akan pergi ke Jeju sore ini.
Sementara bibi Jang... ia tak tega memaksa wanita tua itu untuk lembur atau pulang lebih malam dari jam kerjanya.

Ya Tuhan, belum sempat ia dipusingkan urusan pekerjaan, sekarang ia pun dipusingkan dengan masalah ini.

Ah tapi mungkin ia bisa meminta bantuan Seonkyu?
Tunggu! Lelaki itu sedang sibuk lembur, kejar target untuk modal menikah katanya, meski calon istrinya entah berada dimana.

Family Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang