Wattpad Original
Ada 6 bab gratis lagi

Bab 1 - Surrogate Mother

324K 9.7K 201
                                        


Arvi menjatuhkan dirinya ke atas sofa sebuah pub yang biasa dia kunjungi bersama Wildan. Sahabatnya sejak masih kuliah itu sibuk menggoda perempuan yang sedang duduk di sampingnya, tidak menghiraukan kedatangan Arvi.

Lelaki tampan itu memutuskan untuk menuang wine ke gelas kosong di meja tersebut. Dia hampir meringis karena mendengar gombalan maut Wildan kepada cewek berpakaian seksi itu.

"Ar? Sejak kapan lo di sini?" tanya Wildan heran ketika mendapati Arvi duduk di sampingnya sambil menonton puluhan orang berdansa di tengah lantai. Wildan menggumamkan kalimat tunggu kepada cewek di sebelahnya dan melepas rangkulannya.

"Bukannya lo udah janji nggak akan ke pub lagi semenjak kewong sama Sarah?" ledeknya sambil menyiku lengan Arvi.

Arvi menghela napas panjang. "Selingkuh itu dosa, ya?" tanyanya bodoh sambil terus memperhatikan beberapa badan wanita yang berlenggak-lenggok di depannya.

Wildan tertawa keras. "Kenapa lagi lo sama Sarah? Udah abis kesabaran lo sama dia?"

Lelaki itu menggeleng keras. "Bukan dia, sih, masalahnya, Mama. As always."

"Terus kenapa lo malah pengen selingkuh, dah?"

Arvi tersenyum miris. "Udah dua minggu ini Sarah nolak gue terus Wil. Lama-lama gue frustrasi, nih."

Wildan kembali tertawa keras. "Masalah baby lagi? Lo kurang tokcer apa si Sarah yang bermasalah, sih?"

Arvi mengerutkan keningnya dan mulai berpikir soal kejanggalan ini. "Anehnya, gue sama Sarah itu sehat dan normal, Wil. Udah kasih obat sana-sini tetep aja nggak ada hasilnya. Lo tau sendiri Sarah udah dua kali keguguran."

"Permisi Mas Wildan, ini minumannya," kata seorang pelayan menginterupsi.

"Loh, Nana mana?" tanya Wildan.

Pelayan itu mengerut sebal. "Nanyain Nana aja terus, kan, ada saya, Mas."

"Gue serius, Dwi. Akhir-akhir ini Nana kayak nggak semanget gitu, dia ada masalah, ya?"

Pelayan bernama Dwi itu segera mengubah raut wajahnya menjadi bersedih. "Bapaknya sakit, Mas. Kabar terakhir, Jumat kemarin bapaknya meninggal karena kecapekan."

Wildan membuka mulutnya, terkejut, dia menggumamkan kalimat belasungkawa tepat ketika Arvi yang tadi kembali memandangi cewek-cewek itu bertanya. "Nana siapa, Wil? Inceran baru lo?"

"Udah lama sih lo nggak ke sini, Nana itu pelayan di sini. Dia orangnya lucu, deh, Ar. Imut dan periang banget, tapi kalau udah marah bisa kayak singa."

Pelayan itu pamit pergi dan Wildan kembali mengingat obrolan terakhir mereka. "Belum rezeki aja kali, Ar. Nanti juga Sarah bisa hamil."

Arvi kembali memandangnya. "Udah empat tahun gue nikah sama dia, Wil. Lo tau sendiri mama sama papa gue nentang banget gue nikahin Sarah. Sekarang tau kondisi gini, mereka malah makin menjadi. Tinggal nunggu mereka nyuruh gue cerai sama Sarah."

"Nah, itu kali masalahnya Ar. Lo sama Sarah dikutuk gak punya baby gara-gara hubungan tak direstui!" oceh Wildan.

"Brengsek lo, ya." Arvi meraih botol yang baru diantarkan Dwi dan menuangnya ke gelasnya.

"Bisa jadi kali Ar. Eh, gue punya solusi buat lo," ujar Wildan yang kali ini sudah dirangkul mesra cewek di sampingnya, bosan diabaikan.

Arvi menenggak minumannya. "Apaan?" kataya sambil memutar-mutar gelas di tangannya.

"Ibu pengganti!"

Arvi menatap Wildan lagi, tertarik. "Gimana-gimana? Lo mau gue ngehamilin cewek lain?"

Surrogate WifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang