Aku sudah berdamai dengan kenangan masa lalu.
Aku sudah memaafkan atas luka yang didapat.
Pula, aku sudah mengubur harapan untuk kembali padamu.Apa aku sudah berhasil melupakanmu?
.
Tidak. Aku masih mengingatmu kok. Kisah kita masih terlihat jelas dalam layar bayangku. Wajahmu masih belum terhapus dalam lembaran mataku.
.
Lalu, bagaimana aku bisa bilang bahwa kenangan ini sudah bisa kujinakkan?
.
Ya. Sebab, merelakan sesuatu itu bukan soal bisa tidaknya melupakan. Ini soal pilihan. Dan kau tahu? Aku sudah putuskan untuk memilih bahagia..
.
.
Tanpa KAMU!

KAMU SEDANG MEMBACA
Rintihan Jemari
EspiritualJika kamu bukan anak seorang Raja dan juga bukanlah anak seorang Ulama, maka menulislah! ~Imam Al-Ghazali @aboutyrs @abyaizzuddin @boycandra @duniajilbab @tereliye @ummuaisyah