Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pernikahaan pun dilakukan dengan meriah tempat duduk sudah dipenuhi oleh keluarga dari kedua buah pihak
Pengantin laki-lakipun sudah siap di altar Senyum lebar menghiasi wajahnya Setelan jas putih dan celana putih terlihat sangat gagah dibadannya
Pendeta sudah siap menunggu di altar Hanya pengantin perempuan yang ditunggu-tunggu
Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang semua mata tertuju dari arah belakang para undangan
Mempelai perempuan sudah hadir dengan menggunakan gaun putih panjang sampai lantai,rambut tergelung rapi dengan mahkota kecil diatasnya,penutup wajah seperti jaring menambah kesan kecantikan alami seorang huuyga hinata
hinata berjalan pelan menuju altar bergandengan tangan dengan ayahnya
Dengan alunan musik yang khas yang di bawakan seorang pianis yang dengan lihai menggerakkan tangannya
Sesampainya hinata dan hiashi didepan naruto hiasi memegang tanganya ke arah naruto dan berkata "Jangan kau sakiti putriku lagi kalau sampai itu terjadi kupastikan kepalamu tidak akan ada ditempatnya,bahagiakan putriku"hiashi kembali duduk
"ha..hai"naruto meneguk ludah dengan kasar menjawab ayah mertuanya
tak lama setelah naruto memegang tangan hinata tiba-tiba segerombolan burung merpati datang memenuhi jalan yang dilalui hinata
orang-orang berteriak histeris apalagi tamu undangan wanita mereka berteriak sekeras mungkin
hinata tersenyum licik sedangkan naruto menenangkan para undangan
"yes rencana pertamaku sukses kerja yang bagus ino" bathin hinata bicara
sebenarnya hinata merencanakan ini sama tenten,ino dan sakura,hinata mengancam tiga temannya membantu rencananya membalas perbuatan naruto dengan mengacaukan resepsinya sendiri
"ini baru rencana pertama naruto,tunggu yang kedua dan ketiga akan kupastikan kau tidak pernah melupakan pernikahan kita ini" hinata bersuara pelan dan tersenyum puas melihat naruto dan penjaga untuk mengusir burung burung merpati itu
Setelah 15 menit berlalu akhirnya burung-burung merpati itu menghilang entah kemana
Sebenarnya saat jalan menuju altar hinata menaburi makanan burung disetiap langkahnya sedangkan ino disuruh membeli burung merpati ino yang tak sanggup melakukannya sendirian terpaksa minta bantuan sai kekasihnya
Acaranya pun dilanjutkan kembali pendeta membaca pemberkatan pernikahan "namikaze naruto maukah kau menerima huuyga hinata sebagai istrimu dalam susah maupun senang sampai ajal memisahkan"
"ya saya bersedia"ucap naruto lantang
"huuyga hinata maukah kau menerima uzumaki naruto sebagai suamimu dalam susah maupun senang sampai ajal memisahkan"