.not your rights.

879 64 0
                                    

B

.

S

.

T

.




Dibumi, taehyung berjalan menuju bar langgananya dan menaiki tangga masih dengan pisau yang sebelumnya ia cabut dari dada seokjin, mengadu ujung pisau tersebut dengan tembok bar yang terbuat dari bahan container membuat bekas yang sangat ketara, menghasilkan suara yang lumayan memekikkan telinga, namun tetap membuat senyum taehyung tetap berada pada tempatnya, tak luntur sedikitpun.

Taehyung mengendalikan fikirannya, membuat baju yang tadi ia gunakan berganti dengan baju yang biasa dipakai oleh manusia manusia dibumi. Entah...ada yang melihat taehyung atau tidak saat itu. Karena yang taehyung perdulikan saat ini hanya...menikmati bumi karena kemauannya, bukan karena kemauan siapapun.

Bayangan bayangan masa lalu dia dan jungkook kembali menghampiri otaknya, membuat kenangan yang sulit untuk dilupakan, memaksa taehyung untuk menghilangkan memorinya sementara.

Taehyung menyentuh kepalanya sendiri dengan menggunakan telunjuk kanan miliknya dan mengucap sesuatu, membuatnya kembali seperti sedia kala, melupakan memori masa lalunya dan bersenang senang dibuminya manusia.

FLASHBACK OFF.

Berbelok kearah kanan, jimin masih mengikuti lika liku ruang bawah pavilliun seperti sedang berada didalam sebuah labirin besar, namun tidak menyulitkan sama sekali untuk jimin. Hanya saja, ini membuatnya lelah dan putus asa. Tapi...memang ini gunanya, membuat siapapun orang yang mau pergi kekamar jimin yang asli, harus berusaha terlebih dahulu. kalau tidak, silahkan kembali lagi keatas dan sebaiknya menyerah saja.

Kalau soal yoongi, dia bisa berteleportasi kemana pun, jadi...dia tidak perlu repot repot untuk mengikuti lorong lorong itu untuk sampai kedalam ruangan jimin, cukup fikirkan tujuan dan wala... dia akan sampai disana.

Seokjin ? kalau kalian bertanya tentang seokjin, mudah saja...seokjin hanya perlu pergi kekamarnya lalu membuka lemari pakaiannya menyingkapnya membuat ruang. Dan disana akan terlihat sebuah tangga yang akan berhubungan langsung dengan ruangan yang bersebrangan dengan ruangan jimin yang asli. Terungkap sudah dua ruangan yang berada dibawah pavilliun, ruangan dikanan milik jimin, sedangkan yang dikiri...itu milik seokjin. Sedangkan yang ditengah, siapapun belum pernah membukanya kecuali pangeran langit.

Namun karena pangeran langit sedang terpecah jiwanya...itu menyebabkan dia juga lupa apa yang ada didalam sana. Mungkin kalau ia bertanya pada raja langit, ia akan mengetahuinya lagi. Sayangnya...ia terlalu malas untuk bertanya kepada raja langit yang menyimpan begitu banyak cerita. Yang ada...bukannya memberi tahu seokjin, ia akan berputar putar menceritakan hal lain. Walau pada akhirnya ia akan ingat apa yang sebenarnya ia ingin ceritakan. Tapi...itu akan memakan banyak waktu.

Jimin terduduk disalah satu lorong, tepat di bawah lukisan burung berwarna hitam, mengusap peluh diwajahnya menggunakan tangan kanan miliknya dan segera berdiri kembali untuk melanjutkan perjalanan.

.

.

.

"dia sudah mengetahuinya" yoongi berjalan perlahan kearah meja bundar dipojok ruangan, memperingati jimin tentang clonenya. Yoongi melempar satu buah apel yang ia ambil dari meja tersebut kearah jimin, spontan jimin menangkapnya dan memutar mutarnya diatas tangan kanannya.

"seokjin hyung ?" tanya jimin.

"entah...dia tidak terlihat, sudah 1 minggu aku tidak melihatnya" ungkap yoongi. Melangkahkan kakinya kearah belakang bangku jimin, berdiri tepat dibelakang jimin.

Blood, Sweat and Tears - BTS [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang