Kate, Calista dan Barry melajukan langkah kakinya dengan cepat, memasuki sebuah istana megah berwarna putih bercampur emas yang sangat indah.
Langkah mereka terhenti dipertengahan lorong istana ketika bertemu Daniel dan Peter yang sedang berjalan keluar.
"Ada apa?" Tanya Calista, ia begitu khawatir dengan apa yang terjadi. Terlebih lagi, belakangan mereka terlalu bersantai disekolah. Sehingga mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi.
"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Barry.
Peter mengangguk, dari wajahnya tersirat kepanikkan yang sebisa mungkin pria itu kendalikan karena ia tidak mau memperkeruh keadaan.
"Kita harus ke North." Ucap Daniel singkat.
"APA??!!!!" Mereka bertiga terkejut, namun kemudian ikut melangkah cepat mengikuti Daniel dan Peter.
Ternyata prajurit dan beberapa Mutan baru saja berkumpul di gerbang istana.
"Adriana telah membunuh banyak Mutan disana dan juga membunuh Kagura."
Calista mematung membuat semua ikut menghentikan langkahnya.
Peter menghampiri wanita itu dan meremas pundaknya untuk memberi kekuatan.
Kagura adalah Kakak Calista, Sang penjaga dunia bagian Utara dan pengendali Es.
Kepalan tangan Calista menguat. Emosinya mulai bertambah seiring dengan angin yang mengencang disekitar mereka.
Daniel menghampiri Calista dan memegang kedua bahu wanita itu.
"Calista, kendalikan dirimu."
Mata yang sudah berkaca-kaca itu menatap Daniel seakan tatapan itu membuatnya tersadar.
"Jangan sia-siakan kekuatanmu." Tegas Daniel.
Lalu, Daniel melepaskan tangannya ketika angin kencang mereda, Kate menghampiri Calista untuk memberi ketenangan.
Lalu, King Alland dan penghuni Istana keluar.
"Para Mutan... Kita baru saja kehilangan Kagura." Ucap King Alland dengan suara beratnya sambil memandang sedih pada Calista. Calista membalasnya dengan mengangguk kecil.
"Adriana mengingkari perkataannya untuk tidak mengganggu North. Kita harus memberi peringatan pada Adriana untuk tidak menganggu dunia manusia. Billie (Kepala Penjaga bumi yang tugasnya memata-matai keadaan bumi) melaporkan, telah banyak korban jiwa, dan dunia manusia sangat geger."
"Mereka menganggap lelehan es di North(bagian utara bumi) adalah karena panas Matahari. Sedangkan semua saksi mata disana, telah mati oleh Adriana."
"Ini bisa sedikit menjadi keuntungan kita. Karena kita tidak mau keberadaan kita diketahui manusia. Namun..."
"... Kita tidak bisa membiarkan Adriana meraja lela."
Semua teriakkan semangat dan setuju para mutan yang hadir disana menggelegar.
"Tugas ini, aku serahkan pada kalian." Ucap King Alland memandang mereka berlima. Siapa lagi jika bukan Daniel, Peter, Barry, Calista dan Kate.
Mereka pergi setelah Keluarga Kerajaan masuk kembali ke istana, biasanya para keluarga istana akan bertapa dan berdoa untuk memberi kekuatan pada para mutan yang akan berperang.
Mereka meminta bumi untuk memberi kekuatannya untuk mendukung para mutan, hanya itu yang bisa mereka lakukan tanpa menyakiti siapapun.
Queen Eleanor adalah seorang penyembuh, dan Bianca adalah bagian dari kesejahteraan alam yang mampu membuat musim semi hadir.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SHADOW : FLOWING AND BURNED (Hiatus Sementara)
FantasyBlaire yang dulu sangat menyukai air, tidak mengetahui kekuatan apa yang ada pada dirinya. Ia mengingat dirinya semasa kecil ketika orangtuanya tiba-tiba meninggalkannya untuk selamanya, sehingga dirinya harus menyimpan dendam yang harus terbalaska...
