Kepanitiaan

1.4K 96 16
                                        

Sehari setelah kejadian itu
Malamnya ketika acara sudah mulai usai
Tertiba jessica temanku berkata
"Gue di ikutin juga rum sampe rumah."

"Hah? Di ikutin?gimana?."

"Gue di rumah tuh sempet beberapa kali ngeliat bayangan item gede tinggi , serem rum."

"Loh kok bisa sih ngikutin lu juga?."

"Gatau rum, gue pengen pulang ih sekarang,takut."
Dan tertiba saja jessica menangis,sambil menarik-narik bajuku, juga memaksa agar dia bisa segera pulang ke rumah

Karena ku lihat yang barusan cerita kepadaku bukanlah jessica sebenarnya, aku langsung memegang jidat jessica sambil mengucapkan dua kalimat syahadat, ayat kursi, dan al-fatiha

"Jes, jessica!!sadar jes."
Jessica tertiba berhenti menangis,lalu berkata

"Hah? Ada apa sih barusan?."

Dan sontak justru aku yang langsung menangis sangat kencang hingga kepalaku terasa pening saat itu
Sesosok wanita paruh baya yang memasuki tubuh jessica keluar dan ingin langsung memasuki tubuhku ,tetapi ia tak bisa
Dan imbasnya aku hanya bisa menangis selama satu jam lebih saat itu

Panitia yang lain kaget dan langsung membawaku kepada guru agama

Waktu menunjukan pukul 20.45
Aku di bawa kedalam masjid dan aku di suruh untuk sholat isya
*padahal aku sudah sholat*

Intinya hanya untuk membuat diriku tenang dan lebih terjaga

Selama sedang sholat,aku menangis
Tangisanku tak bisa terhenti sampai pada akhirnya
Pak jae datang untuk mencoba menutup sebagian penglihatanku

_____
DAN
Walaaaa...


Penglihatanku tidak tertutup sampai sekarang
Mungkin karena bakatku ini datang dari Allah SWT
Mau di tutup sampai beberapa kali pun tak akan bisa :)

Aku berbedaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang