Derrel's POV
Malam ini aku mengajak Andriana dinner di salah satu restaurant sushi yang sudah berlabel halal. Aku tak tahu apakah sushi cocok untuk dinner romantis atau tidak, yang pasti dia sangat menyukai makanan Jepang satu ini. Aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengannya, sebelum kami sibuk dengan aktivitas masing-masing. Minggu depan Andriana mengikuti fashion week di Surabaya. Sebelumnya Andriana lebih sering mendesign baju-baju kasual, dress dan kebaya, setelah berjilbab dia memutuskan banting setir untuk mendesign baju khusus muslimah, mulai dari baju formal sampai non formal, termasuk wedding dress untuk muslimah. Dan fashion week di Surabaya minggu depan adalah fashion week pertama baginya untuk memamerkan baju-baju muslimah hasil karyanya.
Aku duduk di ruang tengah menunggu Andriana selesai berdandan. Sekitar sepuluh menit kemudian, terdengar derap langkah Andriana menuruni tangga. Kutatap istriku dari ujung atas sampai bawah, satu kata "sempurna". Semakin hari dia terlihat semakin cantik. Warna pastel yang dia pilih untuk outfit malam ini menambah kecantikan dan keanggunannya. Ehem.. rasanya agak gimana menyebutnya anggun. Di mata semua orang dia memang telihat seperti princess yang feminin dan lemah lembut. Mereka hanya tak tahu, Andriana yang sesungguhnya tak selembut dan sefeminin yang ada di benak orang kala menatapnya. Aku lebih tahu dia luar dalam. Saat sedang marah, dia bisa lebih seram dari mak lampir. Karakternya terkadang keras kepala, ceplas-ceplos dan kontrol terhadap emosinya masih rendah. Namun aku tak peduli itu semua, karena aku selalu bisa melihat kebaikan-kebaikannya. Dia penuh perhatian dan sangat mencintaiku.
Aku ingat, Andriana pernah bilang bahwa dia dan Rayya itu memiliki karakter yang bertolak-belakang. Rayya memang terlihat lebih tomboy dan maskulin darinya, tapi soal hati, jauh lebih lembut dan sensitif Rayya dibanding dirinya. Rayya lebih dewasa dalam bepikir, tenang, terkadang lebih senang memendam keluhannya, sedang Andriana terkadang berpikir pendek, tidak memikirkan efek jangka panjang, grasa-grusu dan tidak bisa memendam sesuatu yang mengganjal pikirannya atau menyembunyikan rasa tak nyamannya. Dia lebih senang mengeluarkan semua dan tak suka menyembunyikan sesuatu. Andriana mengakui dia lebih kasar dari Rayya dan tidak selalu bisa untuk bersikap manis. Perbedaan-perbedaan inilah yang mengisi dan melengkapi persahabatan mereka.
Apapun karakternya, aku mencintainya apa adanya. Dia perempuan pertama yang membuka pandanganku tentang pernikahan. Sebelumnya aku berpikir, aku tak akan pernah menikah dengan perempuan. Hingga suatu hari pak ustadz mengatakan bahwa menikah adalah satu-satunya cara terbaik untuk membantu seorang SSA kembali ke kodratnya. Menikah adalah satu-satunya jalan terbaik yang membantu seseorang untuk merubah disorientasi seksualnya kembali ke fitrah. Kenapa harus menikah? Karena ada penyaluran kebutuhan seksual secara halal di mata agama, artinya memungkinkan untuk praktek langsung. Aku pun berharap banyak dari pernikahan ini bahwa suatu saat aku akan benar-benar terlepas dari ketertarikan seksual pada sesama jenis dan ternyata semua tak semudah membalikkan telapak tangan.
"Derrel.."
Panggilan darinya membuyarkan lamunanku. Mataku kembali fokus mengamatinya.
"You look so beautiful An." Aku tersenyum padanya. Dia selalu bisa memadu-padankan pakaian dan khimar dengan warna senada atau sama sekali kontras, namun jatuhnya pas dan matching. Selera fashionnya memang selalu bagus dan terlihat berkelas.
"Kamu juga kelihatan ganteng banget Rel." Andriana mengerlingkan senyumnya yang selalu manis.
"Yuk berangkat." Aku sodorkan lenganku di hadapannya, persis seperti seorang pangeran yang meminta seorang putri untuk menggandeng lengannya. Andriana menggandeng lenganku dan kami saling mengulas senyum.
*****
Kami memilih spot di pojok kanan yang berhimpitan langsung dengan jendela kaca agar bisa leluasa melihat pemandangan luar. Aku akui dekorasi restaurant ini memang begitu elegan dan kesan pertama yang aku dapat ketika menginjakkan kaki di pintu masuk adalah, aku seperti berada di dalam ruangan bernuansa klasik ratusan tahun yang lalu. Pajangan lukisan-lukisan dan barang-barang antik menambah kesan klasik pada interior restaurant ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suamiku Mantan Gay (Completed)
Romance21+. Beberapa part diprivate, follow untuk bisa baca. Sequel dari Ready for Marriage tentang kehidupan Derrel dan Andriana pasca menikah. Bagaimana rasanya menjadi straight seutuhnya? Ketika kau menegang saat melihat perempuan berbusana minim tanpa...
