Akan ku Bunuh Dia!!

46 1 2
                                    

"Hmmm... cerdik sekali caramu..."

"Hah?"

"Bagaimana kau bisa selincah ini?" pasukan itu kembali bersuara.

Talgi masih diam di tempat, mencari celah yang tepat agar bisa lolos.

"Pengalaman." Jawabnya singkat.

"Menarik... sekarang jatuhkan senjatamu, atau kutembak isi kepalamu!"

Tanpa mengubah gerakan sedikitpun, Talgi menjatuhkan Machine gun nya. Namun, dengan sigap, Talgi menendang kaki si pasukan hingga jatuh ke tanah. Saat pasukan itu berusaha meraih pistolnya, yeoja musuhnya telah menendang pistolnya jauh darinya.

"Maaf, tuan. Anda kurang sigap!"

DORR!!

Talgi meraih senjatanya dan tanpa sungkan menembakkan peluru timahnya ke kepala pasukan itu.

Setelah seluruh pasukan sudah tak bergerak, yeoja itu masuk ke pondok dimana namja itu dibawa para pasukan.

"Changkyun-ah!!" panggilnya. Tak ada jawaban.

Pondok itu terlihat kecil dari luar, tapi dalamnya sangat luas. Ruangan di pondok itu cukup banyak. Terdapat meja dan sofa di ruang utama yang bersimbah darah.

Firasatku gak enak, Batinnya dalam hati.

Dia tetap menelusuri ruangan demi ruangan di pondok itu. Tak jarang dia bertemu 1-2 pasukan dan harus mengeluarkan beberapa pelurunya untuk melawan.

"Mencari ini, yeoja manis?"

Terdengar suara pria paruh baya dibalik pintu ruang utama. Betapa terkejutnya Talgi saat melihat siapa pria itu dan apa yang dibawanya. Seorang namja tak sadarkan diri dengan wajah pucat dan dia dibawa dengan kerah bajunya ditarik bagian belakangnya.

"Changkyun..."

"Berani sekali nyalimu itu masuk ke pondok orang tanpa ijin!"

"Ya! Pria bangs*t!! Kembalikan dia!!" Talgi murka, dia sudah tak peduli bahwa dia menggunakan bahasa informal pada orang yang lebih tua darinya.

"Halus sekali bahasamu itu. Bahkan kau tak ragu mengacungkan pistol itu padaku."

"Anda Tuan Kim, kan?!"

"Huh! Tak kusangka kau tau nama saya..."

Talgi merasa jijik dengan tatapan sinis Tuan Kim. Lalu ditatapnya namja yang dibawa Tuan Kim. Resah, jelas. Bingung bagaimana dia membawa kembali Changkyun dalam keadaan baik dan selamat.

"Kau..!"
Talgi menarik nafas panjang,
"Apa tujuanmu membawanya, hah?!! Apa istimewanya bocah itu padamu!!!"

Tuan Kim tertawa layaknya penjahat berhasil melakukan aksinya,
"Akhirnya ada yang berani menanyakanku."

Talgi masih mengacungkan senjatanya tanpa gentar.

"Kau... pasti tak tau kalo anak ini adalah anak seorang ilmuwan rahasia milik pemerintah.
Dia berniat untuk mengajarkan pada anak ini semua yang dia tau agar dia bisa mewarisi bakat ayahnya."

Dia seperti menarik sesuatu dari dalam saku bajunya,
"Aku tak ingin tersaingi oleh Lelaki itu, dan akhirnya aku menghasut lelaki itu untuk menjadikan anak ini sebagai kelinci percobaan dari obat penenang ciptaanku. Dan..."

Pria itu menjeda kalimatnya, "Aku buat dia membusuk dari dalam, dengan membunuh ayahnya tepat di depan matanya sendiri. Obat penenang yang kubuat itu sebenarnya... hanya untuk membuat mimpi buruk untuk anak ini!"

Shock. Itulah perasaan Talgi sekarang. Tubuhnya lemas detik itu juga, tapi tak mengubah posisi menodongnya.

"Bagaimana? Kau terkejut, yeoja manis? Dan kau pasti tak tau tentang Nyonya Lim yang berusaha menjual anaknya itu?"

[Changkyun/IM] She Can Be My AngelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang