Berhentilah Menangis, Aku disini

39 1 0
                                    

"Hah... Hah... capek juga, eoh..."

Talgi berusaha mengatur nafasnya dalam keadaan tergeletak di tanah. Dia berhasil membawa Changkyun menjauh dari Tuan Kim, walau dia tau bahwa cepat atau lambat pria paruh baya itu akan menemukan mereka.

"Lebih baik... kita istirahat dulu...baru..."

Terdengar suara erangan keluar dari mulut Changkyun, membuat Talgi yang langsung bangkit dari posisinya.

"Changkyun-ah? Kau sudah sadar?"

Talgi mendekat dan meraih tangan dingin Changkyun dengan erat. Perlahan, mata Changkyun terbuka, penglihatannya masih samar. Talgi bersyukur akhirnya sahabatnya telah sadar dan menatap dirinya.

"Changkyun-ah? Kau sadar? Ini Talgi."

Talgi berusaha mengingatkan temannya itu bahwa sahabatnya disini untuk menolongnya. Changkyun masih diam dengan tatapan kosongnya.

"Ini sahabatmu, Changkyun-ah! Talgi! Tolong ingatlah aku! Jebal!" Talgi memeluk Tubuh Changkyun, setetes air mata jatuh dari mata yeoja itu.

"Tal...gi.." kata Changkyun lirih.

"Yapp!! That's my name! Kau ingat, kan?" Talgi mengungkit kembali kalimatnya saat dia pertama bertemu namja di depannya 5 tahun lalu.

"Talgi?! Talgi!!"

Kini Changkyun membalas pelukan Talgi sambil terus terisak. Kini memori tentang Talgi bermunculan di kepalanya. Talgi bisa merasakan air mata Changkyun jatuh ke pundaknya.

"Aku tau kau pasti datang untuk menolongku, Talgi-ah," kata Changkyun disela-sela tangisnya. Talgi tersenyum kecil mendengar tangisan bahagia Changkyun.

"Kamu rela datang hanya untuk menolongku, sampai badanmu lecet begini, dan tanganmu..."

Changkyun menatap nanar lengan Talgi yang tertembak beberapa saat yang lalu. Talgi ikut melihat arah mata namja didepannya.

"Oh, ini. Sudahlah, setidaknya aku masih hidup, eoh?" kata Talgi santai.

"Aniya... Kau terluka... kenapa kau masih terlihat tenang begitu?!" Changkyun tak terima pernyataan Talgi, air matanya kembali jatuh.

"Tunggu, Changkyun-ah," kata Talgi lirih seketika, "Ini semua salahku. Aku tak menjagamu dengan baik dan kini... kau dibawa para mafia sialan itu. Padahal, kau sedang sakit dan lemah..."

Kini Talgi terisak. Seketika Changkyun diam, hanya terdengar tangisan pelan Talgi. Seumur hidupnya, dia tak pernah mendengar tangisan dari yeoja pemberani di depannya. Talgi adalah tipe yeoja yang sulit bahkan tak pernah menangis. Kini, dia menangis di hadapan Changkyun sambil menunduk, dengan luka tembak di tangan kirinya. Bukan karena lukanya, tapi sahabatnya dalam bahaya. Entah bagaimana, Changkyun tersenyum teduh dan memeluk tubuh Talgi lembut.

"Gwenchana... Terima kasih sudah menolongku... sekarang berhentilah menangis..."

...O)(O...

Di sisi lain hutan, Jooheon dan Seojung menemukan beberapa pasukan Tuan Kim dan beradu tembak dengan mereka. Namun, sebagian dari mereka berhasil melarikan diri ke lokasi Tuan Kim.

"Sial! Kemana pria bejat itu?!!"

Jooheon masih sulit bergerak karena luka tembak. Tapi dia bertekad untuk tetap mencari dongsaenya. Seojung yang senantiasa bersamanya tetap siaga berjaga - jaga ada musuh muncul lagi tiba - tiba.

"Keadaan aman, untuk saat ini." Sahut Seojung pada HT miliknya.

"Lanjutkan pencarian. Agen 173 keluar."

[Changkyun/IM] She Can Be My AngelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang