Chapter ~ 9

476 69 7
                                        

Tak ada cahaya terang itu lagi dan yang bisa kulihat hanyalah kegelapan. Kegelapan yang penuh akan kebencian, dendam, dan amarah dari masa lalu
.
.
Tett... Tett... Tett..
Bel pelajaran terakhir sudah berbunyi yang menandakan bahwa pelajaran sudah selesai dan Min saem pun terlihat tengah membereskan bukunya

"Baiklah anak-anak saya akhiri pembelajaran hari ini, jangan lupa besok membawa surat pernyataan keikutsertaan yang sudah ditandatangani orang tua kalian dan saya minta untuk semua murid mengikuti acara perkemahan kali ini karena ini bersifat wajib" ucap Min saem sebelum ia keluar

"Ne, saem"jawab mereka serempak dan setelah itu semua murid mulai meninggalkan kelas setelah Min saem keluar kelas

"Kai, kau kenapa?"tanya Jungkook saat melihat Jongin seperti nya tidak bersemangat seperti tadi pagi

"Jungkook benar, apa kau ada masalah kau terlihat tidak bersemangat sekali"ucap Chanyeol menimpali, mereka sendiri tak mengerti kenapa Jongin yang awalnya sangat bersemangat tiba-tiba menjadi pendiam dan murung seperti ada yang ia pikirkan

"Aku tak papa, hanya saja aku takut Kris Oppa tak mengijinkan ku ikut berkemah"jawab Jongin dengan raut wajah sedihnya

"Kau tenang saja aku akan membantumu berbicara dengan Kris hyung"ucap Taehyung yang mencoba menenangkan sepupunya dan memberinya senyum menawannya

"Jika kau mau kami juga mau membujuk Kris Oppa agar kau diijinkan, benar tidak Baek?" Ucap Jin dengan mengedipkan sebelah matanya kearah Baekhyun dan dibalas cengiran lebar oleh Baekhyun

"Benar, kami bisa membujuknya"ucap Baekhyun dengan tersenyum senyum sendiri lain halnya dengan Namjoon dan Chanyeol mereka mendengus tak suka akan sikap kedua sahabatnya

"Dasar penggoda, sudah tidak laku ya?"ujar Channyeol yang mendapatkan delikan tajam dari kedua gadis itu

"Lagi pula Kris hyung pun tak mungkin menyukai gadis pendek dan cerewet seperti kalian, dia itu berselera tinggi" timpal Namjoon yang membuat emosi Jin dan Baekhyun naik ke ubun-ubun

"Suka suka kami dong, lagi pula Kris Oppa tampan dan dia pasti terpikat dengan kecantikan kami, benar kan Jin?" Sergah Baekhyun

"Benar, dan asal kalian berdua tau masih banyak laki-laki yang mengantri untuk menjadi pacar kami" timpal Jin tak kalah emosi yang kini tengah menatap Namjoon tajam

"Percaya diri sekali kalian, kali.."

"Sudahlah jika kalian saling suka kenapa kalian tidak pacaran saja, gampang kan?" Saran Sehun dengan memotong ucapan Chanyeol, dan mereka berempat saling bertatapan dan setelah itu mereka begidik ngeri saat membayangkannya

"Itu tidak mungkin"ucap mereka berempat serempak

"Sudahlah kalian tak perlu bertengkar, biar aku saja yang berbicara dengan Kris hyung"final Taehyung dan akhirnya mereka tidak ikut pergi ke rumah Jongin
.
.
.
Saat ini Jongin tengah makan malam bersama Taehyung, Yifan, dan juga Yoona mereka memakan makanan dengan hikmat sampai akhirnya yifan menyadari jika adiknya tengah gelisah dan terus melirik ke arah Taehyung yang ada di samping Yoona

"Ekhem" Yifan berdehem dan sukses membuat semua melihat kearahnya "ada apa Jong?"tanyanya

"Emm, i..i..itu.." gugup Jongin dengan melirik kearah Taehyung meminta bantuan

"Ya?"kerutan di kening Yifan semakin jelas

"Hahh... Sekolah kami mengadakan perkemahan dan itu bersifat wajib jadi semua murid kelas 12 harus mengikutinya" jelas Taehyung

"Jadi, Oppa apa aku boleh.."

"Tidak"Yifan memotong perkataan Jongin dengan nada datar membuat Jongin menundukkan kepalanya

"Ayolah Yifan untuk kali ini saja, jangan terlalu mengekangnya"ucap Yoona

"Aku bukan ingin mengekangnya noon, tapi noona pasti tau alasannya kan?"

"Jika keselamatan Jongin menjadi alasannya kau tak perlu cemas ada Taehyung dan teman²nya yang akan menjaganya" jelas Yoona

"Tapi noon.."

"Yifan dengarkan aku, aku mengerti jika kau mengkhawatirkan Jongin tapi kau juga harus memberikan sedikit kebebasan untuknya dan lagi pula dia sudah memasuki tingkatan akhir ini waktu untuknya merasakan masa remajanya, kau mengerti maksudku kan Yifan?"

"Hahh... Jongin apa kau ingin ikut?"

"Iya, tapi jika Oppa melarangnya maka aku tak akan ikut"

"Baiklah kau boleh ikut, asalkan kau harus terus bersama dengan Taehyung, dan untukmu Tae kau harus terus menjaga Jongin, aku tak ingin sampai mereka mendekati adikku"

"Itu pasti hyung tanpa kau mintapun aku akan melakukannya"

"Kau senang jongie?" Tanya Yifan dengan menoleh kearah sang adik

"Iya Oppa, aku sangat senang terimakasih, aku menyayangimu" ucap Jongin dengan memberikan senyuman terindahnya untuk sang Kakak

"Tae, Eonni, terimakasih"ucap Jongin pada Yoona dan Taehyung

"Sama-sama"ucap Yoona dengan membalas senyuman Jongin sedangkan Taehyung hanya membalasnya dengan senyuman
Merekapun memakan makanan dengan ceria tanpa ada rasa gelisah lagi hanya ada kehangatan
.
Yoona dan Taehyung sudah pulang dari tadi, ya karena ini sudah pukul 23.30 malam. Jongin turun kebawah dia ingin mengambil minum namun saat ia melewati ruang tengah ia melihat kakaknya tengah tertidur dengan pulas di sofa ingin ia membangunkan kakaknya tpi dia tidak tega melihat wajah lelah kakaknya, Jongin yang awalnya ingin ke dapur berbalik dan menaiki tangga lagi, ia turun dengan membawa sebuah selimut yang nampak hangat setelah itu ia menyelimuti tubuh sang Kakak dengan selimut yang ia bawa senyuman tercetak jelas di wajah manisnya saat ia memperhatikan wajah tampan sang Kakak ia bersyukur karena diberikan kakak seperti Yifan setelah itu ia membereskan berkas² milik yifan yang berserakan di meja setelah beres ia menuju dapur ingin mengambil minum, satu gelas air putih sudah ditangannya dan ia berniat kembali ke kamarnya tapi ia urungkan saat ia mendengar Yifan mengigau

"Mom.. Dad.." langkahnya terhenti dan ia melangkahkan kakinya ke arah Yifan meletakkan gelas yang ia bawa dimeja

"Rinie.. mom" gumannya "Dad" Yifan terus mengigau, Jongin duduk di kursi itu dan mengusap rambut sang Kakak dengan lembut berharap sang Kakak akan lebih tenang dan ia berhasil Yifan tak lagi berguman, Jongin terus mengusap rambut Yifan dan juga memperhatikan wajah damai Yifan dan tanpa sadar air matanya jatuh tanpa isakan Jongin tak ingin melihat kakaknya menderita dan tanpa sadar Jongin mengepalkan tangannya yang lain dengan kuat

"Oppa aku juga merindukan mommy dan Dady"ucap Jongin dengan masih mengusap rambut Yifan "karena mereka kita kehilangan orang tua dan adik kita, kerena mereka kita menderita, aku berjanji Oppa akan membalaskan semua yang telah mereka lakukan pada kita, apapun itu akan aku lakukan" sorot mata Jongin dipenuhi akan dendam dan amarah yang siap membunuh siapa saja

"Karena mereka kita kehilangan mommy, Dady, Rinrin, dan Daehyun Oppa" jedanya "lihat saja apa yang bisa kulakukan untuk membuat kalian menderita" Jongin tersenyum bukan senyuman manis seperti biasanya tapi senyuman mengerikan yang ia perlihatkan

Dan tanpa Jongin sadari sendari tadi Tiffany tengah memperhatikannya dan semua ucapannya dalam diam dan airmata yang sudah mengalir kepipinya

"Daehyun" ucapnya pelan dan setelah itu ia berbalik dan memasuki kamarnya

T.B.C

Aku hanya ingin menyalurkan ideku saja tpi jika kalian ingin membacanya aku sangat senang🙂🙂

Voment kalian sangat berharga🙂

Maaf typonya bertebaran dimana mana😋😋

Maaf bahasanya belepotan😌😌

#salam biji kopi anaknya HunKai😍😘😚😚

Love In Hate [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang