*Back Song : Gray Paper-Yesung Sj
Begitu Min Gi membuka mata, ia sedikit terkejut ketika melihat Yesung. Yesung tertidur pulas dengan posisi yang kurang mengenakkan. Pria dengan rambut dicat red wine itu mendudukkan dirinya di pinggir ranjang dengan tangan bersedekap. Min Gi tak yakin Yesung benar-benar tidur, atau mungkin hanya sekadar memejamkan matanya yang lelah.
Min Gi mengerang lemah begitu kesadarannya kembali. Kepalanya terasa pening dan sekujur tubuhnya terasa perih. Meski erangannya lemah, Yesung dengan cepat membuka mata. Pria itu menatap Min Gi dengan perasaan khawatir namun juga lega.
Yesung menyentuh dahi Min Gi, setelah menyibakkan beberapa helai rambut gadis itu yang terjuntai. Ia mengusap-usap dahi kekasihnya itu dengan tangan kecilnya nan hangat. Meski jemarinya bukanlah jemari malaikat penyembuh, sentuhannya membuat Min Gi merasa lebih nyaman. Rasa pening yang mengkoyak urat syaraf kepala gadis itu seolah mulai mereda. Min Gi mengulas senyum lemah, ungkapan terima kasih dan Yesung pun membalasnya dengan senyumnya yang hangat nan penuh kasih sayang. Wajah tampan Yesung yang terbingkai potongan rambut baru berwarna red wine, memancarkan pesonanya berjuta-juta kali lebih memikat dari senyum-senyum yang pernah dilihat Min Gi sebelumnya. Namun anehnya, tak ada getaran apapun dalam diri Min Gi saat melihat senyum yang begitu menakjubkan itu. Padahal dulu senyuman Yesung selalu membuat jantung seorang Han Min Gi tak berkutik.
Senyum Min Gi menghambar. Sebagian dari dirinya ingin menampar keras-keras pipinya. Bagaimana mungkin ia bisa kehilangan getaran itu? Min Gi merasa telah menjadi pendosa.
"Aku lega melihatmu telah sadar. Kau tertidur begitu lama. Dan itu membuatku ketakutan setengah mati," kata Yesung setelah melepaskan tangannya dari dahi Min Gi. Ada nada keputusasaan lewat kalimat yang diucapkannya.
Min Gi tahu Yesung pasti sangat mengkhawatirkannya, dan itu membuat beban rasa bersalah Min Gi terasa semakin bertumpuk.
"Mianata," kata Min Gi hampir tak terdengar. Gadis manis itu telah berusaha sekuat tenaga untuk bersuara, namun tetap saja hanya suara lemah yang mampu ia keluarkan.
"Berjanjilah kau takkan membuatku ketakutan lagi."
Min Gi tak tahu harus menjawabnya seperti apa. Dirinya yang sekarang tak mampu lagi berjanji apapun. Alih-alih ia hanya mengangguk lemah. Yesung tampak puas dengan anggukan kekasihnya itu yang ia implementasikan sebagai persetujuan. Yesung melebarkan lengkungan senyum di wajahnya kemudian mengecup kening Min Gi singkat. Min Gi hanya memejamkan mata selama bibir Yesung menyentuh kulit keningnya. Min Gi berharap akan ada desiran dari jantungnya. Hajiman, tak ada reaksi fisik apa-apa. Min Gi menyerah. Sepertinya ia tidak bisa lagi memaksakan diri. Cintanya memang telah berpindah hati, bukan lagi untuk Yesung.
***
*Back Song : Cant I Love You-Kim Nam Gil
Malam telah larut. Jam dinding di kamar yang ditempati Min Gi bersama Hye Won menunjukkan pukul 12 lewat 10 menit. Mungkin efek pingsan yang begitu lama membuat Min Gi terserang insomnia. Min Gi sangat bersyukur, karena jika ia mulai tertidur, maka ia akan memimpikan Kyuhyun lagi. Min Gi tak ingin bermimpi apapun tentang Kyuhyun. Ia sangat lelah. Bermimpi tentang Kyuhyun hanya akan membuat hatinya semakin terasa sesak. Min Gi sudah sangat terluka dengan penghinaan Kyuhyun tempo hari. Sudah ditolak dengan demikian jelas dan menyakitkan, jika harus terus teringat Kyuhyun, Min Gi merasa takkan sanggup.
Lama hanya bergelung di tempat tidur, Min Gi dihinggapi rasa bosan. Ia sudah berkali-kali memainkan ponselnya. Bermain game, membuka akun sosial medianya, membaca buku, namun ia tetap saja bosan.
Sebenarnya masih ada satu kegiatan lagi yang bisa ia lakukan untuk mengusir kebosanan, yaitu berkirim pesan dengan Hong Ki, Soo Ae dan Eun Cha. Namun sayangnya mereka bertiga kompak tertidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Because I Love You
FanfictionHan Min Gi sangat yakin jika ia sangat mencintai Kim Yesung dengan sepenuh hatinya. Baginya perbedaan tujuh tahun umur mereka bukanlah masalah. Bahkan, ketika ia sering kecewa karena kesibukan Yesung yang seakan tidak ada habisnya, Min Gi masih dapa...
