Aku telah memutuskan untuk mengenggam erat hatimu. Dan, sekali aku mengenggammu, maka selamanya aku takkan melepaskanmu. Karena, aku mencintaimu. Han Min Gi.
_Because, I Love You Quote_
~XXX~
STORY BEGIN
AUTHOR POV
[Back Song : Lonely-Instrumental OST Nice Guy]
Min Gi menatap pedih Appanya-Han Jin Young-yang kini tengah dikerubuti para wartawan. Mulanya wartawan- wartawan itu beragenda mengabadikan moment pertunangan Min Gi dan Yesung. Namun, begitu melihat obyek berita yang lebih menarik dan menghebohkan, mereka kini berbalik misi dengan mencecar klarifikasi Han Jin Young mengenai tindakan korupsi yang dituduhkan padanya.
Selama beberapa saat, ayah Min Gi hanya bungkam. Ia seperti tak mempedulikan gaduhnya para wartawan yang tengah meminta klarifikasinya. Tatapan mata abu-abu teduhnya yang dibingkai kacamata hanya terpaku mengawasi putrinya yang masih berdiri diam di atas panggung. Ada segurat senyum samar saat mata teduhnya bertemu pandang dengan putri semata wayangnya. Ia seolah tengah berkomunikasi lewat bahasa senyumnya. Min Gi yang menyadari arti senyum samar appanya, menggelengkan kepalanya. Air matanya terurai tanpa dapat dibendung. Semuanya tak baik-baik saja seperti yang dikatakan appanya lewat senyum samar itu. Semuanya berjalan sangat buruk saat ini.
Tak dapat melihat Min Gi terus menangis, Han Jin Young membelah kerumunan wartawan yang bersikeras meminta keterangannya. Ia ingin menghampiri Min Gi. Meski harus bersusah payah melawan desakan para pemburu berita, ayah Min Gi tetap bersikukuh melawan desakan para wartawan.
Setelah beberapa saat bersusah payah, akhirnya ayah Min Gi dapat membebaskan diri. Ia berjalan menaiki tangga panggung dengan diiringi para wartawan yang tak ingin melepas moment itu begitu saja.
"Mati atau dusta," lirih Min Gi terbata saat ayahnya telah berdiri menghadapnya.
Ayah Min Gi menggelengkan kepalanya. Air matanya turut turun berurai bersama airmata putrinya yang tak berhenti. Ia mengerti maksud Min Gi. Sejak Min Gi kecil, pertanyaan itu adalah pertanyaan uji kejujuran di antara mereka. Dulu, Han Jin Young selalu menggunakan pertanyaan itu ketika Min Gi dituduh melakukan kesalahan atau membuat masalah di sekolah. Kali ini, pertanyaan itu berbalik diajukan untuknya.
Min Gi menatap mata ayahnya lekat-lekat, berharap menemukan kejujuran yang jauh lebih jujur dari sekedar kata-kata. Berkali-kali Min Gi menggigit bibir bawahnya dengan harapan dapat membendung isakannya.
"Mati," jawab ayah Min Gi lirih.
"Selamanya...Hanya Appa yang kupercaya."
MinGi menghambur memeluk ayahnya. Dalam tubuh ringkih ayahnya yang terkikis usia, Min Gi menangis sesenggukan. Luka ayahnya adalah lukanya pula.
"Uljima.Uljima Min Gi~ya."
Min Gi menggeleng keras. Ia tak bisa berhenti menangis.
"Mereka tak bisa memperlakukan Appa seperti ini. Appa bukanlah koruptor. Ayolah Appa, jelaskan pada mereka. Jelaskan pada mereka," isak Min Gi masih menenggelamkan wajahnya dalam pelukan ayahnya.
"Belum saatnya chagi. Appa pasti akan membela diri sampai akhir karena memang Appa tak bersalah. Hajiman, bukan sekarang waktunya."
Ayah Min Gi mengelus lembut rambut Min Gi. Pelan, ia melepaskan pelukan putri tunggalnya itu. Ia menatap wajah Min Gi yang bersimbah air mata penuh sayang. Diusapnya pipi Min Gi dengan telapak tangannya yang kasar. Mata abu-abu tuanya memancarkan tatapan keteduhan. Bibirnya menyunggingkan senyum kesabaran, seolah mengajarkan Min Gi untuk menghadapi semua yang sedang terjadi dengan senyuman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Because I Love You
FanfictionHan Min Gi sangat yakin jika ia sangat mencintai Kim Yesung dengan sepenuh hatinya. Baginya perbedaan tujuh tahun umur mereka bukanlah masalah. Bahkan, ketika ia sering kecewa karena kesibukan Yesung yang seakan tidak ada habisnya, Min Gi masih dapa...
