Page 3

38 3 0
                                    

"Mianhae Oppa," lirih Min Gi dengan meletakkan kertas memo di meja yang terletak tak jauh dari ranjangnya.

Pagi itu, sebelum Yesung datang ke kamar hotelnya, Min Gi telah lebih dulu bersiap. Semalaman Min Gi tak bisa tidur. Meski ingin memaafkan Yesung seperti kejadian yang sudah-sudah, tapi kali ini hati Min Gi tak bisa menghilangkan rasa kecewanya. Sudah terlalu sering Yesung ingkar janji dan membuatnya menunggu. Sekali, Min Gi masih bisa dengan mudah memaafkan. Dua kali, Min Gi masih bisa mencoba mengerti. Pekerjaan Yesung sebagai GM muda tentu amat menyita waktu. Tiga kali, Min Gi masih bisa memaksakan diri untuk bersabar. Bukankah cintanya pada Yesung begitu besar? Bahkan lebih besar dari rasa kecewanya. Empat kali, Min Gi masih bisa memberikan kesempatan. Tapi berulang-ulang kali? Min Gi tak bisa sesabar itu. Ia tetaplah manusia biasa. Ia tetaplah seorang yeoja yang ingin diperhatikan oleh namjachingunya.

Perlahan, rasa kecewa yang bertumpuk itu menggoreskan luka di hatinya. Ia lelah harus terus mengerti kesibukan Yesung. Ia letih dengan kebodohannya yang masih dengan sabar mengharapkan perhatian Yesung. Cintanya yang begitu besar tergerus. Ia ingin beristirahat sejenak.

Setelah meletakkan memo di meja, Min Gi mengambil mantel panjang selutut dan tas ransel yang sudah ia siapkan di pinggiran ranjang. Ia berencana jalan-jalan sendirian di Macau untuk menghibur hati. Terus berdiam diri di kamar hotel, membuatnya banyak berpikir. Ia ingin menuntaskan kegundahan hati yang membelenggu. Ia ingin refreshing agar dapat kembali berpikir jernih.

***

"Dasar pemalas," cibir Yesung saat keluar dari kamar Kyuhyun. Ia akhirnya menyerah. Kyuhyun benar-benar keras kepala tak mau ikut dengannya.

Tak berhasil mengajak Kyuhyun, Yesung beralih menuju kamar Min Gi yang tak terlalu jauh dari kamar Kyuhyun. Selama di Macau, mereka bertiga menginap di hotel yang sama-The Venetian Resort Hotel, dengan letak kamar berderet. Kyuhyun berada di kamar nomor 318, Yesung di kamar nomor 315 dan Min Gi di kamar nomor 316. Jika Min Gi dan Yesung berangkat bersama tanggal 13 Februari, Kyuhyun datang sehari setelahnya. Ada beberapa urusan yang harus Kyuhyun urus atas perintah Appa tirinya di Macau. Setelah lulus dari Universitas Sorbonne, Kyuhyun diminta secara pribadi oleh Appa tirinya agar mau bekerja di perusahaannya. Sebenarnya Kyuhyun tak terlalu menaruh minat pada dunia bisnis, apalagi jika harus mengandalkan koneksi. Kyuhyun ingin mandiri. Ia tak suka jika harus mengandalkan kekuatan dan kekuasaan Appa tirinya, Appa Yesung. Tapi, demi membalas budi Appa tirinya yang selama ini membiayai kuliahnya selama di Paris, Kyuhyun akhirnya bersedia. Tak apa jika untuk sementara ia belajar bisnis di perusahaan yang sudah besar seperti yang dimiliki Appa tirinya. Suatu saat nanti, ia yakin akan ada moment dimana ia bisa membangun usahanya sendiri dari nol.

Setibanya di depan kamar Min Gi, Yesung mengetuk pintu. Ia sengaja tak memberitahukan rencananya untuk jalan-jalan pada Min Gi. Ia hendak memberikan surprise guna menebus kesalahannya semalam yang tak datang ke restoran, dimana dia telah berjanji untuk merayakan Valentine berdua dengan Min Gi. Seperti dugaan Yesung, Min Gi akan lama membuka pintu. Min Gi memang selalu seperti itu. Akan ribut sendiri, sebelum membuka pintu hingga membuat tamu menunggu.

Yesung tersenyum simpul saat merogoh sesuatu yang telah ia siapkan sedari pagi buta di dalam mantel hijau tuanya. Setangkai mawar merah segar yang cantik. Yesung menghirup aroma harumnya sekilas kemudian menyembunyikannya di belakang punggung. Benaknya membayangkan betapa bahagianya Min Gi nanti jika ia membuka pintu dan mendapati setangkai mawar merah telah berada tepat di depan wajahnya begitu pintu dibuka. Ah! Ini adalah kali pertama Yesung berencana memberikan kejutan untuk Min Gi. Ternyata memberikan surprise bisa membuat Yesung tak karuan. Sensasi yang luar biasa. Ada sedikit penyesalan dalam dirinya, kenapa ia tak pernah berpikir untuk memberikan kejutan pada Min Gi sebelumnya?

Lewat 2 menit, Min Gi tak kunjung membuka pintu. Yesung mulai tak sabar. Ia kembali mengetuk pintu. Namun tetap saja tak ada tanda-tanda pintu hendak dibuka. Yesung mulai resah. Apakah Min Gi masih marah padanya karena peristiwa semalam?

Because I Love YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang