Page 1

99 5 0
                                        

Cahaya terang awal musim panas sedikit menyilaukan pandangan seorang gadis bermata sipit yang tengah duduk di kursi Cafe, dimana kursi menghadap tepat ke arah jendela kayu bercat putih yang dibiarkan sedikit terbuka. Gadis berwajah manis itu sedikit menyipitkan mata, yang tentu akibatnya mata sipit gadis itu semakin bertambah sipit hingga nyaris tinggal segaris. Beruntung ia memakai eyeliner, sehingga penampilannya sedikit tertolong. Namun wajah tegak gadis itu seketika tertunduk begitu tatap matanya bertemu dengan mata pria yang duduk di hadapannya. Gadis itu sungguh merasa sangat bersalah bercampur malu karena telah bertingkah demikian manja dan kekanak-kanakan di depan pria yang duduk itu. Seharusnya ia tahu bahwa Kim Yesung, namjachingunya sejak 2 tahun lalu adalah seorang General Manajer muda di perusahaan besar yang tidak hanya dikenal di Korea Selatan namun juga seluruh Asia. Tak sepantasnya ia marah hanya karena pria bermata tak kalah sipit dengannya itu terlambat sampai 3 jam dari waktu perjanjian.

Baiklah, tiga jam memang sangat keterlaluan. Tentu untuk ukuran pasangan normal, amat wajar jika gadis imut bernama Han Min Gi itu marah. Tapi, bagi Min Gi dan Yesung? Tidak! Yesung bukanlah namja yang memiliki pembagian waktu kerja seperti kebanyakan orang. Dia sangat sibuk karena tuntutan tanggung jawabnya sebagai seorang GM. Seharusnya Min Gi sudah menyiapkan pengertian berkali-kali lipat lebih banyak dibanding yeoja dengan pasangan yang memiliki jam kerja normal, sehingga ia tidak perlu mengomel hanya karena keterlambatan kekasihnya. Tapi, tetap saja kebosanan menunggu selama 3 jam akan membuat siapa saja lupa akan pengertian yang telah berkali-kali ia coba tanamkan di hati. Tiga jam yang terdiri dari ribuan detik itu, jelas saja akan mengikis gunung kesabaran manusia mana pun. Mungkin, jika itu bukan Han Min Gi, gadis itu pasti akan lekas meninggalkan Kim Yesung. Meski ada pembenaran akan tindakannya, tapi tetap saja apa yang telah dilakukan Min Gi beberapa menit lalu, sungguh... sungguh sudah keterlaluan. Bagaimana bisa Min Gi mengungkapkan kekesalannya dengan merajuk dan berteriak di depan umum.

"Mianhae Oppa," kata Min Gi ragu-ragu karena takut. Wajah gadis bermata hijau kecoklatan itu masih terus tertunduk. Walau pengunjung Cafe sudah tak seramai sebelumnya, tapi tetap saja Min Gi merasa malu. Sekarang, ia hanya bisa minta maaf dan merutuki kebodohannya sendiri.

Yesung masih diam. Ia tak merespon.

"Mianhae! Mianhae! Mianhae! Han Min Gi berjanji takkan mengulanginya lagi!"

Min Gi menangkupkan kedua tangan seraya memejamkan mata erat dan berteriak meminta maaf pada kekasihnya, Kim Yesung. Jika Yesung marah, Min Gi selalu meminta maaf dengan cara seperti itu.

SET!! GREBB!!

Mata hijau kecoklatan Min Gi membelalak spontan. Dengan cepat Yesung menarik tubuh Min Gi untuk kemudian mendekatinya dan mencium bibir kekasihnya itu penuh hasrat. Min Gi tak berkutik. Dan memang tak pernah mampu berkutik. Pelan, Min Gi memejamkan mata kembali. Pasrah.

"Chagiya, mianhae," bisik Yesung kemudian saat telah mengakhiri kecupannya.

Min Gi hanya bisa menunduk malu. Beruntung saat itu pengunjung sudah sepi, jadi tindakan spontan yang dilakukan Yesung tidak terlalu mengundang kehebohan. Meski begitu, Han Min Gi yang naif tetap saja merasa sangat malu hingga tak sanggup untuk mengangkat wajah. Ini adalah kali pertama Yesung mengecupnya di tempat umum.

"Kau malu?" tanya Yesung santai. Tanpa perlu bertanya, pria itu sebenarnya tahu jika kekasihnya amat malu. Wajah blushing Min Gi yang kentara, tentu mampu Yesung nilai dengan baik apa artinya. Tapi, ia merasa perlu untuk sedikit menggoda Min Gi.

"Aniyo!" dusta Min Gi.

Senyum tipis beraura jahil terkembang di wajah Yesung. Jawaban Min Gi jelas tak sejalan dengan ekspresi yang tergambar di wajahnya. Pipi Min Gi tampak lebih bulat dan merah ketika gadis itu mengembungkannya karena sangat kesal sekaligus malu.

Because I Love YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang