Chapter 19

6.3K 653 53
                                        

Dont like dont read
.
.
.
.
.
.

Whinchester - inggris

Sasuke keluar dari ruang makan tanpa mengatakan sepatah kata pun.  Menjadi bahan olokan oleh keluarganya sendiri adalah hal terakhir yang di inginkannya.

Bodohnya ia yang tak mengerti alur pembicaraan ibunya tadi ketika menyangkut toko bunga, oh shit jika ibunya dan itachi sudah tahu semuanya, sasuke yakin mulai saat ini ketenangan hidupnya akan terusik akibat campur tangan mereka.

Bukannya sasuke tidak mau melibatkan keluarganya sendiri, tapi sungguh untuk masalah ini sejujurnya ia ingin menyelesaikannya sendiri, tanpa bantuan siapapun.

Mengusap wajahnya gusar, sasuke terus mengambil langkah panjang menuju pintu utama rumah mewahnya.  Ia ingin pergi ke suatu tempat, mengurus salah satu pertambangan miliknya yang berada di London menjadi agenda awal pekerjaan sasuke untuk hari ini.

Well sasuke, kenapa harus London??

Entah hanya perasaanku saja, sepertinya akhir-akhir ini kau sering kesana dude!!!.

Langkah sasuke terhenti seketika, benar juga kenapa akhir-akhir ini ia begitu senang mengunjungi London??  Sasuke menggeram tertahan, ini semua adalah pengaruh gadis musim semi tersebut.

Sekelebat kejadian erotis di toko bunga kemarin kembali masuk dalam kepalanya, sasuke mengerang frustasi, ia membenturkan keningnya ke salah satu pilar kokoh yang menghiasi rumahnya, berkali-kali sasuke membenturkan keningnya, mencoba mengenyahkan bayangan gadis berambut merah muda itu dalam pikirannya.

Sasuke sadar bahwa ia sedang jatuh cinta.  Jatuh cinta kepada seorang gadis yang menolaknya, membuat harga diri sasuke sedikit tergores.  Sakit di dadanya lebih terasa ketika ia mengingat bagaimana kedua mata emerald itu menatapnya penuh kesedihan.

Sasuke tahu dengan sangat jelas alasan sakura menolaknya, dan jujur saja ia sama sekali tidak peduli dengan itu semua.  Yang ia inginkan, hanyalah selalu memeluk gadis itu, menenangkannya dalam dekapan yang lembut, dan senantiasa selalu membuatnya tersenyum. 

Tapi apa daya, kekeras kepalaan sakura membuat semuanya bertambah sulit.  Semalaman sasuke memikirkan berbagai cara agar sakura mau menerimanya, dan salahkan pengetahuannya yang minim akan percintaan, membuat sasuke hampir terjaga semalaman suntuk karena tidak menemukan ide sama sekali.

"Kau akan mengalami gegar otak jika terus membenturkan kepalamu seperti itu dear!! ".

Sasuke memejamkan matanya ketika mendengar teguran halus ibu kandungnya.  Ia membalikan badannya guna melihat sang ibu yang kini sedang tersenyum lembut melihatnya.

Sasuke mendengus kesal, kebiasaan merajuknya mulai kambuh saat ini.., "puas menggoda putra mu ini ibu? ".

Mikoto terkekeh renyah mendengar pertanyaan sarkastik dari putra bungsunya.  Mikoto sedikit menyesal karena telah tega menggoda putra bungsunya seperti itu, tapi tidak bisa di pungkiri bahwa ada sedikit rasa senang ketika melakukannya.

"Maaf kan ibu nak,,ibu tidak sengaja " jawab mikoto seraya mengedipkan satu matanya jahil.

Sasuke memutar kedua bola matanya bosan, menatap malas sang ibu.., "bagaimana ibu bisa mengetahui semuanya??  Ahh.. Pasti dari ayah bukan?? ".

Scandal in Spring [Tamat] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang