I stay to watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you'll be gone
It gives me time to stay
To watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you'll be gone
I wish by God you'd stay
Ku lepas headset ku sesaat setelah ku selesaikan permainan piano ku. Masih terasa segar segala memori ku dengannya. Perempuan yang begitu kucintai yang kini pergi meninggalkan ku dan member yang lain demi lelaki lain. Aku mencoba menikmati setiap perih luka yang tergores, sebagai pelajaran untuk berhenti mencintainya. Tapi, dia adalah luka yang menyenangkan bagiku.
Sebenarnya, aku sudah tidak merasakan apapun. Lebih tepatnya aku mati rasa. Yang tersisa hanyalah iba melihat member yang lain yang menderita karenanya. Member lain berhak untuk tidak menderita, berhak untuk tak dicaci. Terlebih Tae leader kami, aku benar benar kasihan dengannya.
Suasana dorm sangat sepi, Tae dan Tiff pergi tidur lebih dulu. Sunny, soo dan Hyo pergi minum bersama. Yoong dan seobaby pergi menonton film. Hanya tersisa aku sendirian. Kususuri lorong dorm perlahan menuju ruang tengah. Foto foto kami hanya tersisa OT8, aku memaksa untuk mengganti semua foto OT9 yang dulu sempat terpajang.
Dan disinilah aku, di kamarku yang lengang dan sepi. Beberapa saat aku mendengar para member sudah kembali. Aku yakin manager meminta mereka pulang karena ini hari jumat. Dan besok adalah hari yang benar benar ku hindari.
"Yul, apakah kau masih bangun?"
"hyo ? iya, ada apa ?"
"aku pikir kau sudah pergi tidur. Apakah kau baik baik saja ?" hyo duduk di kursi dan menghadap kasurku
"Ya, tentu. Hanya sedikit lelah" jawabku sembari merebahkan badanku
"Jangan terlalu memaksakan dirimu yul. Dan jangan menyalahkan dirimu. Aku dan member yang lain tidak apa apa. Apapun yang terjadi kemarin bukan salahmu. Jadi tolong berhenti menyalahkan dirimu"
Aku hanya terdiam mendengar kalimat hyo. Dia mendekat dan membantuku merapikan selimutku.
"Tidurlah karena besok akan menjadi hari yang panjang. Tersenyumlah dan kuatlah untuk kami dan fans mu. Selamat malam yul"
Hyo melangkah keluar dan menutup pintu kamarku. Aku masih termenung menatap langit langit kamarku. Lagu tadi masih terngiang di kepala ku. Membawa ku untuk mencari cari sepenggal memori indah yang mungkin bisa sedikit mengobati lukaku
*Flashback*
"Seobang..... Seobang"
"hmm" aku masih fokus memainkan game di mac ku
"Seobang..... YA!! SEOBANG!!" teriaknya tepat di telingaku
"yes, sicababy. Aku mendengarmu" ku arahkan wajah untuk menatapnya
"Apakah kau mencintaiku ?" matanya menunjukan kesedihan
"Aku mencintaimu sica, sangat sangat mencintaimu"
Dia mencium bibirku sesaat setelah mendengar jawabanku. Meninggalkan ku dengan muka bodohku.
"Ada apa ?" tanyaku
"Ayo kita berfoto" dia mengeluarkan iphonenya dan mulai bergaya
"baby, itu video. Bukan mode kamera" tawaku meledak seketika
"biar ku pegang saja" tawarku
"Cekrek"
*end flashback*
-Author POV, di waktu yang sama-
"Unnie, untuk yang terakhir kalinya. Apakah kau yakin ?"
"Krys, aku sangat yakin" pandangannya masih terpaku pada jalanan. Jalanan kota Seoul malam itu masih sangat rame.
"Kau tau krys. Jangan pernah meninggalkan orang yang memperjuangkan mu habis habisan hanya untuk bersama orang lain" dia tersenyum getir memandang adiknya dan kekasih adiknya.
"Jess unnie, jangan..."
"Dan kau Amber, aku mempercayaimu" potong jessica sebelum wanita berambut pendek itu selesai berbicara. Dia berjalan melewati kedua orang itu menuju kamarnya. Gaun tidur putihnya senada dengan rambut emasnya. Wajahnya cantik namun terlihat lebih kurus dari tahun tahun sebelumnya. Pesona ice princessnya masih ada namun aura kesedihannya juga terlihat.
Dia membuka laci lemari di samping kasurnya. Menyalakan benda berwarna hitam itu. Perlahan benda itu menampilkan foto dirinya tersenyum sambil di peluk dari belakang oleh seseorang. Notif lain muncul setelahnya, 2500 unread message, 2200 missedcall. Tangannya basah saat melihat itu. Air matanya menetes tak terbendung. Dimatikannya benda hitam itu dan disimpannya di tempat semula.
"bodoh, bodoh, bodoh" ulangnya berkali kali
Airmatanya semakin membanjiri wajahnya. Kesedihannya yang dia tahan seharian pecah sudah. Topeng ketegarannya berganti dengan topeng kehancuran. Jessica yang terkenal dengan ice princess, malam itu dia mencair. Kwon Yuri adalah bara api yang mencairkan hatinya sejak awal. Kwon Yuri orang yang mati matian memperjuangkannya, yang dia tinggalkan pula. Hatinya hancur, dia menyesal dan dia terluka.
Mata nya mulai terasa berat. Dia lelah menjadi tegar dan dia lelah menangis. Perlahan lahan dia memejamkan matanya. Ia sadar besok hari dimana dia akan memperjuangkan seseorang lagi.
" Kini aku akan balik memperjuangkanmu, yul"
Kalimat itu adalah mantra penghantar tidurnya ke alam mimpinya. Ia berharap bermimpi bersama yuri dan esok dia bangun dengan semangat yang baru.
Happy Birthday Jessica Jung
18 April 2018
-realsummer❤️

KAMU SEDANG MEMBACA
GOOD BYE
FanfictionWe started with a simple hello but ended with a complicated goodbye.