*Yuri POV*
Cahaya matahari menembus dari celah tirai jendela kamar, Jatuh tepat mengani mata ku, memaksaku terbangun dari mimpi indahku. Hari ini adalah hari fansign pertama Holiday Night, aku bahagia karena aku dapat melihat fansku namun takut di saat yang bersamaan. Aku takut bertemu dengannya. Aku takut akan ada rasa yang timbul lagi yang selama ini yang sudah kubuang jauh jauh.
"Yul, apakah kau sudah bangun?"
Suara tiffany membawa ku kembali dari lamunanku.
"ya, aku akan mandi dan bersiap siap" jawabku dan mulai berjalan ke kamar mandi.
"Kau harus kuat yul. Kau sudah melakukan yang terbaik. Memaafkannya dan melepaskannya. Kau sudah berusaha dengan sangat baik. You did well yul, you did well" Kataku pada cermin kamar mandi.
Setelah bersiap siap kuturuni tangga dan kudapati semua orang ada di bawah. Ke tujuh member dan empat manager kami. Tatapan mata mereka sangat hangat dengan senyum manis yang terplester di wajah mereka. Itu membuat ku lebih relax dan bersemangat.
*third persons POV, Jessica's place diwaktu yang sama*
Wanita itu sudah siap sedari tadi. Gaun putih membalut tubuhnya menyisakan tulang dadanya yang terlihat. Rambut emasnya dibiarkan lurus digerai. Make upnya tipis membuatnya terlihat cantik natural.
Dia memandang jauh ke bangunan tinggi menjulang bertuliskan Lotte World . Memikirkan semua skenario yang akan terjadi nanti.Hari ini Ia akan dipisahkan lantai dengan pemilik hatinya yang ia tinggalkan. Perasaannya tidak menentu, senang dan bahagia.
"Kau sudah siap ?"
Dengan helaan nafas panjang ia menjawab dengan mantab "Ya"
*Yuri POV, Lotte World*
Aku berjalan ke ruang istirahat. Fanssign hari ini benar benar luar biasa. Aku menyayangi para fansku. Mereka memberi ku banyak hadiah dan mainan.
"Ini coffee mu, beristirahatlah. Ankle mu pasti sakit" sambut hyo saat aku masuk ruangan.
"Waah, terima kasih. Dimana yang lain ?"
"Tae, tiff, soo dan sunny sedang bertemu dengan manager. Seo baby dan aku akan ke pub sebentar. Yoong akan menemani mu disini. Aku pergi dulu" jelas hyo
Aku duduk memandang keluar jendela, meluruskan kaki ku dan memejamkan mataku sejenak. Setidaknya celana training, kaos dan sendal hotel ini membuat ku lebih nyaman.
Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her goOnly know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go
And you let her goDentingan Lagu passenger membawa ku ke alam mimpi sejenak. Aku terbangun saat pintu ruangan dibuka, lagu passenger masih terputar di HP ku karena mode repeat.
"Ah, yoong kemana saja kau ? aku bosan sendirian" aku berdiri dan meregangkan otot ku. Tak ada jawaban dari yoona
"Yoong bagaimana kalo kita memesan ramen ?" aku mengambil dan menyesap coffee ku.
Sedetik kemudian seseorang memelukku dari belakang. Tangannya memeluk pinggangku dengan erat. Harum tubuhnya menusuk hidungku, mengingatkan ku akan seseorang. Aku mengenal bau ini, aku mengenal tubuh sintal ini.
Aku masih terdiam, dunia seakan berhenti berputar. Aku tidak dapat memproses apa yang sedang terjadi dan ku alami.
Sedetik kemudian aku mendengarnya berbicara dan segala pertahanan yang ku bangun selama ini hancur tak bersisa.
*Jessica POV*
Fansign ku berjalan sangat menyenangkan. Beberapa golden star menanyakan hal yang sama. Tentang SNSD dan Yuri. Aku hanya tersenyum saat mendengar pertanyaan mereka.
Aku berjalan menyusuri lorong menuju ruangan istirahat ku. Di ujung lorong aku mengenali mereka. Mereka berhenti saat melihatku, ku paksakan senyum ku dan ku kuatkan hatiku untuk menyapa mereka.
"haa.."
"Kau.." Tae memotong ku
"Hai jess" Tiff terlihat memegang tae dan tersenyum padaku.
"ayo.." sunny terlihat mengajak soo yang terkaget melihat ku.
Mereka berempat pergi meninggalkanku sendirian. Rasa sakit ini mulai membunuhku. Aku pernah menjadi bagian mereka. Aku pernah berjuang bersama mereka, menghadapi black ocean bersama. Tapi kini aku seperti tidak mengenal mereka.
Aku kembali berjalan menyusuri lorong ini. Berjalan naik ke lantai atas. Dan kudapati Krystal sedang bersama yoona dan amber. Yoong memandangku dan memberikanku senyuman.
"Unni...."
"Maafkan aku" Kupeluk tubuhnya seketika.
Yoong masih terpaku, dia tak membalas pelukanku. Ada rasa sakit karena itu. Aku takut jika yuri melakukan hal yang sama.
"Masuklah unnie, dia di dalam" dia melepaskan tangan ku dan tersenyum.
"Jika dia melakukan sesuatu yang membuat mu kecewa, tolong mengertilah. Dia menderita karena banyak hal" Setelah itu yoong pergi meninggalkan ku
"Masuklah, aku akan ada di depan lorong bersama amber dan yoona unnie" Jelas krystal.
Suara lagu terdengar mengalun di depan pintu ini. Tepat di dalam ruangan itu ada seseorang yang menjadi rumahku. Rumah yang kuharapkan belum ditinggali orang lain. Aku menarik nafas panjang untuk yang terakhir kali dan ku putar knob pintu itu.
Ruangan itu putih bersih dan lenggang, wangi coffee dan pinus memenuhi ruangan. Di depan jendela yang menghadap jalan, dia menggeliat. Dia masih sama, tubuhnya yang indah terpampang nyata dari belakang. Rambutnya panjang di ikat, celana training dan kaos putih menutupi tubuhnya.
"Ah, yoong kemana saja kau ? aku bosan sendirian" Katanya sambil meregangkan ototnya. Hati ku ngilu saat mendengarnya, suaranya masih sama. Suara yang menjadi lagu favorite ku lebih dari semua lagu yang pernah ku dengar. Suara yang kurindukan di setiap hari hari ku.
"Yoong bagaimana kalo kita memesan ramen ?" Lanjutnya sambil meminum coffeenya.
Seperti ada kupu kupu terbang di perutku saat mendengar suaranya. Ku beranikan diri ku untuk melangkah. Setiap langkah yang kuambil semakin banyak kebranian yang kupunya.
Aku memeluknya dari belakang, melepaskan semua rindu yang ku simpan di dalam dada.
"Maafkan aku, aku mencintaimu" kata ku terbata bata.

KAMU SEDANG MEMBACA
GOOD BYE
FanfictionWe started with a simple hello but ended with a complicated goodbye.