Aku melangkah dengan gontai, menyusuri lorong kantor ku menuju ruang pertemuan. Masih jelas di otakku apa yang telah ku baca.
"Apa? Kami berharga untuknya ? Apakah dia seorang pelawak sekarang."
"Mendengarkan lagu kami? Melihat MV kami ? Berkata kami melakukan dengan baik ? Tentu saja kami melakukan dengan baik! Tapi bagaimana, apakah dia tau terlukanya kami? Hahaha dasar pembohong ulung" Tawaku terdengar sangat getir.
"Hal paling menyedihkan selama 10 tahun dalam hidupnya adalah berpisah dengan kami ? Bullshit!!" Aku mengepal kan tangan ku dengan erat
Di ruangan itu para member sudah berkumpul, bahkan seobaby datang hari ini di sela sela shootingnya. Aku melihat majalah yang kubaca tadi, juga ada di atas meja.
"Unnieeee!!" Yoong menyambutku dengan teriakannya
"Ah, yul kau sudah datang rupanya" hyo berseloroh sambil meminum es kopinya
"hmm, Dimana Tae ? ada apa dengan pertemuan mendadak ini ?" Aku melepas blazer ku dan merebahkan badanku. Aku memperhatikan sekeliling dan memang hanya anak TK itu yang belom hadir.
"Jangan bilang hanya kkab yul yang tidak tahu ?" soo menjawab sambil tetap mengunyah kripiknya
"Ya!! Pabo ya!!!" Teriak sunny tepat ditelinga soo
"Unniee...!" yoong dan seobaby berkata bersamaan.
Atmosfer ruangan menjadi dingin dan aneh. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi. Aku mulai menatap para member satu persatu namun mereka membuang pandangan mata mereka.
"Tiff, apa yang terjadi ? dimana Tae? Ada apa ini ? tanyaku pada tiffany.
Bohong jika tiffany tidak tau keberadaan Tae. Kenapa ? Tak perlu kujelaskan kalian pasti sudah tau. Ya! Mereka sepasang kekasih. Bahkan ibu ibu gengges pun tau jika mereka sepasang kekasih, dilihat dari sudut manapun.
"mmm aku tidak tau dia dimana, dia bilang dia masih ada urusan dan meminta ku menunggu bersama member" jawab tiffany
"ayolah tiff! Kau berbohong! Kau bahkan memasang pelacak di mobilnya dan menghack SNS nya demi menjaga Tae dari Seolhyun" sanggahku
"Benarkah itu ?" tanya hyo tidak percaya
"ya! Jangan mengalihkan pembicaraan hyo. Kita semua tau hal itu"
"Yul, Listen, ini bukan kewenangan ku untuk berbicara. Ada orang yang lebih berhak untuk menjelaskan apa yang terjadi. Oke ?" Manager Hwang mencoba meyakinkan ku.
Member lainnya terlihat gelisah dan tidak nyaman. Aku ? Aku hanya bisa menghela nafas dan diam mendengar jawabannya. Aku sangat lelah, bukan secara fisik tapi lebih ke psikis ku. Comeback kemarin memang menguras tenaga ku, memaksa ankle ku untuk bekerja sangat keras yang berakibat cidera. Tapi psikis ku lebih bekerja keras,ini berawal dari kepergian salah satu member di tahun 2014 yang menyisakan luka sangat dalam. Salah satu member, dan yang merupakan mantan kekasihku.
Kini Sudah lewat 3 tahun dan aku masih terpuruk di dalam luka itu. Bahkan diperayaan ulangtahun grup yang ke 10 tahun, aku masih merasakan sakit yang amat dalam. Member lain? Tentu mereka terluka, tapi mereka lebih baik dalam hal menyembuhkan rasa sakit. Tae ? Awalnya dia sama buruknya dengan ku, dia mendapat beban terberat di depan publik karena dia leader kami. Beruntungnya Tae yang punya tiffany, yang selalu ada disaat Tae di masa masa yang berat.
Aku mengambil iphone ku dan memasang headset ku. Ku putar playlist ku dan mulai menutup mata. Aku sangat berharap aku dapat pulang, minum obat tidurku, pergi tidur dan bangun esok harinya. Aku hanya ingin hari hari ku cepat berlalu.
Satu jam sudah berlalu, aku masih di posisi yang sama sedangkan Member lainnya mulai terlihat sangat gelisah, bahkan soo mulai mengunyah semua kripik, roti dan coklat bersamaan. Tiffany terlihat menelepon seseorang di sudut ruangan. Hyo menyalakan PS4 untuk menutupi kegelisahannya. Sunny membuka laptopnya dan mulai mengetik sesuatu. Seobaby mengeluarkan buku dan membacanya, walau bisa ditebak dia tidak benar benar membacanya. Yoong memilih mengeluarkan headset dan menutup mata, dan bisa dipastikan dia tidak benar benar tidur.
Beberapa menit kemudian, pintu terbuka menampilkan sosok anak paud berbalut topi bucket hat dengan oversized hoodie, leeging hitam dan sneakers putih. Wajahnya merah padam, tatapan matanya marah, sedih dan kosong. Tanpa ku buka mata ku, aku tau Tae sedang menatapku.
"Mari kita bicara" suara tae terdengar bergetar
Semua member menghentikan kegiatannya dan kembali duduk di posisi semula. Aku ? Aku masih dengan posisi santai walau headset ku sudah kulepas.
"Yul, aku minta maaf sebelumnya" Tae membuka pembicaraan kami
Semua member menatapku dengan pandangan yang tidak bisa kujelaskan. Aku masih terdiam dan menatap tae.
"Aku sudah berusaha negosiasi dengan agency namun hasilnya nihil. Fansign itu akan tetap dilaksanakan. Aku benar benar minta maaf" Jelas Tae
Aku masih tidak mengerti apa yang terjadi. Aku memang mendengar bahwa akan ada fansign tapi apa yang salah dengan fansign ? bukankah itu hal yang menyenangkan bahwa kami dapat bertemu dengan fans kami? Lalu apa yang Tae bicarakan.
"Aku tidak mengerti, apa yang salah ?" Tanyaku
"Fansign Holiday night, Jumat 11 Agustus 2017 di Lotte World jam 7 malam" Terang sunny
"Lalu ?" tanyaku lagi
Tae terdiam, dia menatap tiffany seperti meminta pertolongan
"Dia mengadakan fanmeeting di hari, tanggal dan jam yang sama dan tempat yang sama. Hanya berbeda lantai" Tiffany menjelaskan menggantikan Tae dengan perlahan
"Dia ?" aku berdoa dalam hati semoga bukan nama itu yang disebut. Aku berdoa semoga nama grup lain atau artis lain yang disebut.
"Jung Jessica dari Coridel Ent." Jawab Tae singkat dengan muka datar.

KAMU SEDANG MEMBACA
GOOD BYE
FanfictionWe started with a simple hello but ended with a complicated goodbye.