Sejak saat itu aku menjalin hubungan dengan Rafa, dia sangat amat mencintaiku. Begitu juga aku.
Dia melengkapi hari ku, sejak saat itu.
Dia menjadi mataku. Hati ku tertanam jauh di dalam nya.
Kami atau mungkin aku, merasa begitu bahagia bisa menjalin hubungan seperti manusia normal pada umum nya.
Hubungan yang di impikan seluruh wanita di dunia.1 bulan..
2 bulan..
5 bulan.. Dia baik. Masih sering menemui ku. Masih setia menjadi mataku. Masih setia menjadi yang ku cinta.
8 bulan..
10 bulan.. Dia merubah sikap nya.
Dia tidak sering menemuiku.
Dia selalu menolak jalan - jalan dengan ku.
Dia tidak lagi menjadi mata ku.
Namun..
Dia masih tetap menjadi yang aku cinta.
Masih seperti itu.
Hingga..12 bulan. Dia datang kerumah ku, menjemputku pergi untuk perayaan 1 tahun kami menjalin hubungan.
Di perjalanan aku hanya terdiam.
Masih bertanya tanya dalam hati "mengapa yang ku cinta begini ?".
Masih terus diam sampai tempat tujuan."Pelangi, duduk dulu yaa.." Suara lembut Rafa terdengar seperti itu, masih seperti itu dari dulu.
"Dimana kita Raf ?" Tanyaku.
"Kita di bukit belakang rumah, ga jauh ko. Aku buru buru sayang." Jawab Rafa.
"Aku tau." Ucap ku singkat.
Tangan hangat nya menyentuh pipiku.
Dia memeluk ku sangat erat dan mengucap "aku rindu pelangiku."
Suara sendu.
Aku tak tahan. Aku membalas peluk nya dan berucap "Aku juga rindu, jangan pergi."
Dia tidak menjawab dan melepaskan pelukan nya, namun tetap menggenggam tangan ku.BERSAMBUNG..
NO COPAS!!!

KAMU SEDANG MEMBACA
pelangi terakhir ku
RomanceAku adalah seorang gadis tunanetra. Malam itu aku bertemu dengan pangeran tampan yang membuatku merasa hidup kembali hingga saat ini.