Hening.
Suasana hening menyelimuti kami hampir 15 menit, sampai orang itu membuka perbincangan diantara kami.
"Kau penduduk baru desa ini ?" Tanya nya menyelidik.
"Bukan, aku hanya sedang berkunjung ke rumah nenek di desa ini dengan kedua orangtuaku." Jelasku.
"Oh pantas saja. Aku baru pertama melihatmu disini." Ucapnya.
"Sebenarnya aku cukup sering main kesini. Aku sudah kenal dengan tetangga disekitar rumah nenek. Mungkin cuma dengan Tuan saja baru ditakdirkan bertemu hehe." Aku terkekeh refleks."Wanita menyebalkan. Siapa nama mu tadi ?" Dengusnya kesal tapi masih terdengar peduli.
Aku tersenyum mendengar perkataannya. Dia terdengar seperti seorang pemuda baik-baik namun bergengsi.
"Namaku Hera Putri Pelangi. Panggil saja pelangi. Kslau begitu siapa nama Tuan ?" Jawabku bersemangat mengulurkan lengan sebagai simbol perkenalan kami. Lama kutunggu untuk berjabat tangan dengan nya, tak ada respon sama sekali. "Apa dia pulang ?" Gumamku.
"Kau ini benar-benar...?" Dia menggantungkan pertanyaannya.Oh ternyata dia heran, mungkin karena aku mengulurkan lengan tidak sesuai dengan posisinya saat ini.
Caraku menjawab semua pertanyaan yg menggantung itu adalah tersenyum, dia pasti akan mengerti."Ah ya maafkan aku pelangi. Perkenalkan namaku Rafael Tanubrata, panggil saja aku rafa. Jadi kau tak usah panggil aku tuan. Aku berasa menjadi pria tua padahal seumuran denganmu." Dia menjawab dan mengerti apa maksud senyumanku tapi masih dengan omelan-omelan kecinya.
Bersambung..
NO COPAS!!

KAMU SEDANG MEMBACA
pelangi terakhir ku
RomanceAku adalah seorang gadis tunanetra. Malam itu aku bertemu dengan pangeran tampan yang membuatku merasa hidup kembali hingga saat ini.